Setelah luka diobati, tahap selanjutnya adalah penyembuhan luka pada kulit kita. Penyembuhan luka adalah proses yang dialami kulit saat memperbaiki kerusakan akibat luka. Ada tiga jenis utama penyembuhan luka, bergantung pada pengobatan dan jenisnya yakni penyembuhan luka primer, sekunder, dan tersier.

Fase penyembuhan luka
Hansaplast
  1. Penyembuhan luka primer

    Penyembuhan luka tepi atau penyembuhan luka primer terjadi saat luka ditutup dengan staples, jahitan, lem, atau lainnya. Menutup luka dengan cara ini mengurangi jaringan yang hilang dan memungkinkan tubuh untuk fokus pada penutupan dan penyembuhan luka di area yang lebih kecil daripada luka awal yang lebih besar. Dokter mungkin menjahit luka besar ketimbang membiarkan tubuh menyembuhkan seluruh luka.

  2. Penyembuhan luka sekunder

    Penyembuhan luka sekunder terjadi ketika luka yang tidak dijahit kehilangan jaringan dalam jumlah besar. Dalam kasus ini, dokter akan membiarkan luka sembuh secara alami. Ini mungkin lebih umum untuk luka yang memiliki tepi lebih bulat, menutupi permukaan yang tidak rata, atau berada di permukaan tubuh di mana gerakan membuat jahitan atau metode penutupan lainnya tidak mungkin dilakukan.

    Penyembuhan luka tahap ini bergantung pada mekanisme penyembuhan tubuh sendiri. Proses ini membutuhkan waktu lebih lama yang mungkin disebabkan peningkatan ukuran luka, risiko infeksi dan kontaminasi, dan faktor lain seperti penggunaan obat-obatan tertentu.

  3. Penyembuhan luka tersier

    Penyembuhan luka tersier terjadi jika ada proses penutupan luka yang tertunda. Ini mungkin diperlukan jika dokter khawatir bahwa mereka mungkin menjebak kuman infeksius dalam luka dengan menutupnya. Dalam kasus ini, mereka mungkin membiarkan luka mengering atau menunggu efek terapi lain terjadi sebelum menutup luka.

    Untuk mendukung proses penyembuhan luka akibat operasi atau jahitan, kamu bisa oleskan Hansaplast Salep Luka yang dapat membantu proses penyembuhan luka 2x lebih cepat* dan membantu mengurangi bekas luka untuk luka baru. Aplikasikan Hansaplast Salep Luka secara rutin hingga luka sembuh secara menyeluruh. Kamu dapat gunakan Hansaplast Salep Luka pada setiap tahap penyembuhan luka.

    Selanjutnya, tutup luka dengan Hansaplast Plester Luka Besar, yakni Hansaplast Sensitive XL/XXL atau Hansaplast Aqua Protect XL/XXL untuk melindungi luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi, yang merupakan kondisi yang ideal untuk proses penyembuhan luka. Hansaplast Plester Luka Besar adalah plester luka steril untuk luka sedang hingga besar pasca operasi dan luka sehari-hari seperti luka sayat dan abrasi. Plester ini dapat menutup seluruh luka untuk perlindungan yang lebih efektif dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi.

    *dibandingkan luka yang tidak dirawat dengan tepat.

     

    Sensitive XL
Kembali ke atas

Jenis-Jenis Luka

Ada beberapa jenis luka, bergantung pada sumber luka dan penyebabnya. Jenisnya pun menentukan cara dokter merawat luka tersebut. 

 

Luka tertutup adalah luka yang tidak merusak permukaan kulit tetapi menyebabkan kerusakan jaringan di bawahnya, salah satu contohnya adalah memar. Adapun luka terbuka (open wound) dapat merusak permukaan kulit dan dapat merusak jaringan di bawahnya.

 

Beberapa jenis luka terbuka (open wound) meliputi:

 

  • Abrasi: Luka ini akibat kulit tergesek permukaan yang keras. 
  • Laserasi: Luka dalam yang disebabkan benda tajam, seperti pisau, atau ujung benda yang tajam.
  • Tusukan: Lubang kecil pada kulit namun dalam yang disebabkan benda panjang dan runcing, seperti paku.
  • Luka bakar: Luka yang terjadi karena adanya kontak antara kulit dan api, sumber panas yang kuat, suhu dingin yang parah, bahan kimia tertentu, atau listrik.
  • Avulsi: Mengacu pada kulit atau jaringan yang robek sebagian atau seluruhnya.

 

Kembali ke atas

Jenis-Jenis Luka

Semua luka melalui proses penyembuhan yang berbeda, mulai dari reaksi awal luka hingga tahap akhir terbentuknya kulit baru. Luka ringan, seperti luka tanpa kerusakan jaringan yang luas atau infeksi, membutuhkan waktu sekitar 4–6 minggu untuk sembuh. Namun, untuk jaringan parut butuh waktu lebih lama untuk terbentuk dan sembuh. Jaringan parut tidak akan pernah kembali pulih 100%, tetapi bisa sembuh sekitar 80% sekitar 11-14 minggu.

Fase penyembuhan luka

Bagian berikut menjelaskan proses penyembuhan luka secara lebih rinci:

  1. Fase hemostasis

    Fase hemostasis muncul saat cedera terjadi dan merupakan respons pertama dari tubuh. Luka menyebabkan darah dan cairan lain keluar dari tubuh. Tubuh lalu merespons dengan mencoba menghentikan aliran darah ini.

    Pembuluh darah yang terkena akan menyempit untuk mengurangi aliran darah. Beberapa penelitian mencatat trombosit dalam darah mulai menggumpal di dekat luka terbuka, membentuk jaringan fibrin. Sel darah itu lalu akan mengentalkan darah di area sekitar untuk membantu menghentikan perdarahan.

    Gumpalan yang baru terbentuk ini juga mencegah kuman masuk ke tubuh. Juga, mengembalikan fungsi kulit, menghalangi kotoran dan agen berpotensi infeksius lainnya sehingga penyembuhan dapat dimulai.

    Trombosit kemudian melepaskan bahan kimia yang mengingatkan sel di sekitarnya untuk memulai proses selanjutnya dan menyembuhkan luka.

     

  2. Fase inflamasi

    Pada tahap ini, pembersihan dan penyembuhan area kulit dimulai. Biasanya ada beberapa peradangan di daerah tersebut karena sel-sel kekebalan menuju ke jaringan yang rusak. Sel darah putih memasuki area tersebut untuk mulai membersihkan luka dan mengeluarkan kotoran dari tubuh.

     

  3. Fase proliferative

    Fase proliferatif penyembuhan luka terjadi saat luka sudah stabil. Fokus tubuh selama tahap ini adalah menutup luka, membuat jaringan baru, dan memperbaiki pembuluh darah yang rusak di area tersebut. Ini terjadi dalam empat proses berbeda:

     - Epitelisasi: Proses pembuatan jaringan kulit baru di berbagai lapisan kulit yang rusak.

     - Angiogenesis: Pembentukan pembuluh darah baru di area penyembuhan luka.

     - Pembentukan kolagen: Pembentukan kekuatan di jaringan luka.

     - Kontraksi: Penyempitan ukuran dan penutupan area luka.

     

  4. Fase renovasi

    Selama fase renovasi, luka dalam sebagian besar sembuh. Prosesnya beralih ke pembuatan kulit yang kuat untuk menggantikan jaringan sementara di area tersebut.

 

Beberapa penelitian mencatat bahwa proses ini terjadi sekitar 2 atau 3 minggu setelah cedera dan dapat berlangsung selama 1 tahun atau lebih. Ini adalah fase penyembuhan jaringan parut aktif.

 

Tubuh menggantikan jaringan granular sementara dari luka awal dengan jaringan parut yang lebih kuat. Seiring berjalannya waktu, jaringan parut mengalami peningkatan konsentrasi kolagen yang membuatnya semakin kuat.

 

Jika Anda memiliki luka kulit besar, terutama luka dengan jahitan, tanyakan kepada dokter Anda untuk instruksi perawatan yang tepat. Selalu periksa ke dokter jika terjadi luka dalam, mengeluarkan banyak darah atau menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau hangat. Harap dicatat bahwa, meskipun disusun dengan sangat hati-hati, tip dan saran yang diberikan di situs ini sama sekali tidak menggantikan saran dan pengobatan medis. Jika mengalami atau mencurigai adanya masalah kesehatan, berkonsultasilah dengan dokter. Selalu baca dengan seksama dan ikuti petunjuk penggunaan atau brosur produk Hansaplast.

 

Kembali ke atas