Ketika mengalami luka, menutupnya dengan Hansaplast Plester Luka adalah salah satu cara yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Tapi sebagian orang masih percaya jika membiarkan luka terbuka adalah cara yang terbaik untuk penyembuhan. 

 

Benarkah luka yang dibiarkan terbuka lebih cepat sembuh? Atau benarkah alkohol merupakan cairan yang paling baik membersihkan dan mendisinfektan luka? Mau tahu apakah pernyataan seputar penyembuhan di atas adalah fakta atau hanya mitos belaka? Simak jawabannya di bawah ini!

 

Kembali ke atas

1. Mitos: Luka yang Dibiarkan Terbuka Lebih Cepat Sembuh

Luka yang dibiarkan terbuka dan terkena udara bebas dipercaya lebih cepat kering dan sembuh. Sayangnya, pernyataan ini adalah mitos. Penyembuhan luka yang paling baik adalah menjaga area luka tetap bersih, tertutup agar terhindar dari paparan bakteri dan kuman penyebab infeksi.  

 

Ketika luka terbuka, kuman dan bakteri bisa masuk ke area luka dan menyebabkan infeksi. Jadi, bukan semakin cepat, luka justru semakin parah apabila tidak ditutup dengan Hansaplast Plester Luka atau Hansaplast Plester Luka Besar untuk area luka yang lebih luas.

Kembali ke atas

2. Mitos: Plester Luka menjadi Tempat Ideal Pertumbuhan Kuman

Beberapa orang menganggap bahwa plester luka bisa menjadi tempat ideal untuk pertumbuhan kuman penyebab infeksi. Sebenarnya, hal ini tergantung dari plester luka yang digunakan.

Menggunakan Hansaplast Plester Luka justru dapat melindungi luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi. Plester Hansaplast dengan Bacteria Shield membentuk perlindungan untuk menghalang kotoran dan bakteri merupakan kondisi yang ideal untuk proses penyembuhan luka. Dengan kain yang lentur dan berpori dapat membuat kulit leluasa bernapas serta dapat mengikuti pergerakan Anda untuk pemakaian yang nyaman. Selain itu, Hansaplast Plester Luka memiliki bantalan luka yang tidak lengket sehingga plester dapat dilepaskan dengan mudah dan tidak sakit.

Luka
Kembali ke atas

3. Fakta: Semakin Baik Penanganan Luka, Semakin Kecil Bekas Luka

Semakin baik penanganan dan pengobatan luka, maka semakin kecil bekas luka yang akan timbul. Dengan plester luka yang tepat seperti Hansaplast Plester Luka, tentunya luka akan lebih cepat membaik juga dapat melindungi luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah adanya infeksi.

 

Seperti diketahui, ketika terjadi infeksi biasanya luka akan mengeluarkan nanah juga sensasi gatal yang mengganggu. Ini bisa menjadi penyebab bekas luka akan menghitam dan membesar.

 

Hansaplast salep luka

Oleh karena itu, kamu juga bisa oleskan Hansaplast Salep Luka untuk membantu proses penyembuhan luka 2x lebih cepat* dan membantu mengurangi bekas luka untuk luka baru. Aplikasikan Hansaplast Salep Luka secara rutin hingga luka sembuh secara menyeluruh. Kamu dapat gunakan Hansaplast Salep Luka pada setiap tahap penyembuhan luka.

 

*dibandingkan luka yang tidak dirawat dengan tepat.

 

Kembali ke atas

4. Fakta: Penyembuhan Luka yang Lambat Merupakan Indikasi Buruk

Lama tidaknya proses penyembuhan luka biasanya tergantung pada kondisi tubuh seseorang. Jika sebuah luka gores kecil yang biasanya sembuh dalam 3 hari tetapi belum juga sembuh, maka itu bisa menjadi pertanda dari gejala diabetes melitus, gangguan sistem imun atau masalah sirkulasi darah yang tidak lancar.

 

Jika Anda mengalami hal tersebut, ada baiknya untuk segera pergi mencari bantuan medis untuk mendapat penanganan yang tepat.

Kembali ke atas

5. Mitos: Menggunakan Plester Luka cukup Sekali Saja

Beberapa orang menganggap menggunakan plester luka cukup hanya sekali ketika luka baru terjadi. Setelah perdarahan luka sudah berhenti, mereka akan segera mencopot plester luka dan membiarkan lukanya terbuka agar segera sembuh. Padahal, luka terbuka bisa membuat infeksi yang memperparah luka.

Kembali ke atas

6. Mitos: Alkohol Membersihkan dan Mendesinfeksi Luka Paling Baik

Hati-hati! Banyak orang menganggap alkohol adalah cairan pembersih paling baik untuk luka. Padahal hal ini tak sepenuhnya benar. Alkohol bisa menyebabkan kulit merasakan sensasi terbakar belum lagi rasa sakit yang harus dirasakan ketika alkohol menyentuh luka. Cairan alkohol juga tidak ramah untuk Anda yang memiliki kulit sensitif. 

 

Dibanding menggunakan alkohol, lebih baik menggunakan cairan antiseptik yang aman, efektif membersihkan luka juga minim rasa sakit. Anda bisa memilih Hansaplast Spray Antiseptik untuk membersihkan luka sekaligus membantu penyembuhan.

hansaplast spray antiseptik

Hansaplast Spray Antiseptik dapat digunakan untuk membersihkan luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi tanpa rasa sakit dan perih. Formula Hansaplast Spray Antiseptik mengandung 0,04% PHMB dan 0.1% Decyl Glucoside Tenside dalam larutan Ringer sehingga efektif melawan kuman dan bakteri (termasuk MRSA), sangat ramah di kulit, serta mendukung penyembuhan luka. Hansaplast Spray Antiseptik juga tidak mengandung alkohol dan iodine, sehingga tidak akan merusak jaringan kulit yang sehat dan tidak memberikan sensasi terbakar, perih, maupun membuat kulit kering. Inilah alasan Hansaplast Spray Antiseptik cocok untuk anak-anak dan kulit sensitif. Tampilan Hansaplast Spray Antiseptik jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah dibawa kemana saja.

Kembali ke atas

7. Mitos: Luka Kecil Tidak Perlu Perawatan

Anda tercakar kucing, atau tergores sedikit? Anda merasa luka kecil tersebut tidak perlu diobati karena nanti akan sembuh dengan sendirinya. Sayangnya, hal ini adalah mitos yang perlu diwaspadai.

 

Pasalnya, luka terbuka meski kecil dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri dan kuman ke dalam tubuh. Setelah masuk, hal itu dapat membuat luka menjadi infeksi dan semakin parah. Sekecil apapun luka, sebaiknya tetap lakukan perawatan yang tepat ya!

 

Ingat, untuk gunakan Hansaplast Plester Luka dengan Bacteria Shield yang dapat melindungi luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi.

Luka
Kembali ke atas

8. Mitos: Air Laut dapat Menyembuhkan Luka dengan Lebih Baik

Mitos ini sudah lama terdengar dan masih banyak yang mempercayainya. Padahal membasuh luka terbuka dengan air laut adalah hal yang membahayakan. Luka bisa terkontaminasi banyaknya bakteri yang ada di laut. Alhasil, yang Anda dapatkan ketika membasuh luka dengan air laut adalah infeksi dan penyembuhan luka yang lambat.

 

Itu dia beberapa mitos dan fakta seputar penyembuhan luka yang harus diketahui. Baik kecil maupun besar, luka harus tetap mendapatkan perawatan agar bisa segera sembuh.

 

Jika Anda mengalami luka terbuka dan sudah menjalani perawatan di rumah namun belum membaik, maka segeralah pergi ke dokter untuk menyembuhkannya. Jangan lupa untuk selalu menyediakan rangkaian produk Hansaplast di dalam kotak pertolongan pertama sebagai langkah pencegahan.

Kembali ke atas