Tips Memilih Plester untuk Kulit Sensitif bagi Pasien Stroke Rawat Jalan

3 menit Baca
Menampilkan lebih banyak

Tips Memilih Plester untuk Kulit Sensitif bagi Pasien Stroke Rawat Jalan

Plester untuk kulit sensitif sebaiknya selalu tersedia di rumah, terutama jika ada anggota keluarga yang merupakan pasien stroke rawat jalan. Hal ini karena penderita stroke memiliki keterbatasan gerak dan mudah terjatuh, sehingga rentan mengalami luka. Penggunaan plester yang sesuai dapat mendukung penyembuhan luka sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

 

Salah satu gejala stroke yang umum terjadi adalah kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh. Hal ini membuat pasien stroke rentan terjatuh dan mengalami luka di kulit. Kelumpuhan juga umumnya menyebabkan pasien stroke lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berbaring. Kondisi ini bisa membuat mereka lebih berisiko terkena luka akibat tekanan tubuh terhadap alas tidur.

 

Meskipun terkesan sepele, luka apa pun pada pasien stroke harus diobati dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi. Pasalnya, pasien stroke umumnya merupakan lansia yang cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga lebih rentan mengalami infeksi, terlebih bila luka tidak dirawat dengan benar.

Untuk mengoptimalkan penyembuhan, luka perlu dijaga agar tetap tertutup. Salah satu cara menutup luka adalah dengan menggunakan plester, misalnya plester untuk kulit sensitif.


Tips Memilih Plester untuk Pasien Stroke

Penggunaan plester luka dapat mencegah munculnya bekas luka atau jaringan parut di kulit. Selain itu, plester ini juga dapat mencegah paparan bakteri penyebab infeksi pada luka. Bila diabaikan, infeksi di luka berisiko menyebabkan beragam komplikasi, termasuk infeksi jaringan di bawah kulit (selulitis) dan infeksi darah (sepsis).

 

Agar tidak pilih, berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih plester untuk kulit sensitif yang cocok digunakan bagi pasien stroke:


1. Pilih Plester Luka yang Steril

Pastikan plester yang tersedia di rumah adalah plester yang steril. Plester yang steril berarti bebas dari kuman atau mikroorganisme penyebab infeksi, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. 

 

Pastikan Anda tidak membeli maupun menggunakan plester yang sudah dalam kondisi terbuka atau rusak. Plester tersebut mungkin sudah terkontaminasi oleh kuman.


2. Pilih Plester Luka yang Tidak Memicu Alergi

Bagi beberapa orang, bahan lateks dan perekat pada plester luka dapat menimbulkan reaksi alergi, seperti munculnya ruam, gatal, dan kulit pecah-pecah, bersisik, atau lecet. Munculnya reaksi alergi tentu akan membuat pasien stroke merasa tidak nyaman.

 

Oleh karena itu, Anda dianjurkan memilih plester untuk kulit sensitif yang bebas lateks dan telah teruji secara dermatologi. Plester ini umumnya lebih aman untuk orang yang memiliki kulit sensitif. 

 

Plester luka wajib ada di kotak P3K untuk pasien stroke yang menjalani perawatan di rumah.  Plester luka ini selain digunakan untuk luka, juga bisa digunakan sebagai bantalan untuk mengurangi tekanan tubuh dengan alas kasur/ tempat tidur. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih plester yang tepat, terutama jika pasien stroke memiliki kulit sensitif. 

 

Dengan memilih plester yang tepat untuk kulit sensitif, risiko terjadinya reaksi alergi dan infeksi pada kulit bisa dikurangi dan proses penyembuhan luka pada pasien stroke pun bisa berjalan lebih lancar.

 

Anda dapat mengandalkan Hansaplast Sensitive XL+ range sebagai produk plester luka untuk pasien stroke yang sedang menjalani rawat jalan. Hansaplast Sensitive XL+ mempunyai 2 ukuran yaitu Hansaplast Sensitive XL dan Hansaplast Sensitive XXL. Hansaplast telah dipercaya selama puluhan tahun sebagai produk plester luka yang efektif dalam mempercepat penyembuhan luka.

 

Plester luka Hansaplast Sensitive XL+ merupakan pilihan yang tepat guna mengatasi luka untuk kulit sensitif, terutama luka yang dialami oleh penderita stroke rawat jalan. Selain plester luka, Anda juga bisa menyediakan Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka, salep luka, dan kasa steril dalam kotak P3K di rumah untuk mengobati luka di kulit.

 

Bila perawatan luka untuk kulit sensitif bagi penderita stroke rawat jalan telah Anda lakukan dengan beragam produk dari Hansaplast, termasuk menggunakan plester untuk kulit sensitif, tetapi luka tidak kunjung membaik dalam 3 hari atau luka disertai dengan demam, sebaiknya periksakan luka tersebut ke dokter untuk diberikan penanganan yang sesuai.


Baca juga