Perawatan Luka Terbaik

Proteksi Menentukan Berapa Lama Proses Penyembuhan Luka

Apa yang sebenarnya harus dilakukan ketika kamu terluka? Mungkin kamu akan menjawab bahkan kamu akan mencari obat untuk luka tersebut. Dan itu bukan jawaban yang salah. Hanya saja, kurang lengkap jika jawabannya hanya itu saja jika tujuannya untuk mempercepat proses penyembuhan luka. 

 

Namun, wajar bagi mereka yang awam dalam bidang kesehatan menjawab dengan jawaban tersebut. Ketika mereka jatuh dan ada bagian tubuhnya yang terluka, mereka akan langsung mencari obat. Ada yang menggunakan alkohol, obat merah, atau obat lainnya. Tujuannya untuk menutup luka.

 

Namun, apakah itu bisa membuat proses penyembuhan luka benar-benar lebih cepat? Ini yang harus dijawab

Kembali ke atas

Merawat Luka Berarti Memberikan Proteksi

Tentu tidak salah jika kamu mengobati luka terbuka yang kamu alami. Akan tetapi, merawat luka yang sebenarnya adalah memberikan proteksi. Proteksi terhadap apa? Setidaknya proteksi terhadap tiga hal; yaitu kotoran, bakteri atau kuman, serta air.

 

Luka apapun yang kamu alami tidak akan mudah sembuh jika terkena ketiga atau salah satu dari tiga hal tersebut. Ketika luka terkena kotoran, maka luka akan menjadi infeksi.

 

Apalagi jika kotoran tersebut terdapat kuman atau bakteri. Ini juga membuat infeksi lebih cepat. Hingga akhirnya luka tidak bisa cepat disembuhkan.

 

Begitu juga ketika luka lebih sering terkena air. Luka bisa semakin lebar karena kulit yang sudah terkoyak atau rusak selalu terkena air. Kulit menjadi lembab dan lebih mudah terbuka semakin lebar. Belum lagi jika ada bakteri di dalam air yang mengenai luka. Luka tidak hanya semakin lebar tapi juga muncul peradangan dan juga infeksi.

 

Maka dari itu, agar proses penyembuhan luka lebih cepat, yang sangat penting untuk dilakukan adalah proteksi. Merawat luka artinya memproteksi luka agar tidak terkena kotoran, kuman atau bakteri, serta air.

Kembali ke atas

Cara Memproteksi Luka yang Efektif

Bagaimana cara memproteksi luka? Cara yang paling efektif adalah menempelkan plester pada luka. Plester luka ini menutup sempurna luka sehingga luka tidak mudah dimasuki oleh kotoran ataupun bakteri.

 

Bagaimana dengan air? Sekarang ini, sudah ada plester yang tahan terhadap air, yaitu Hansaplast Aqua Protect. Ini plester anti air yang bisa digunakan meskipun kamu berenang atau mandi. Air tidak masuk ke dalam luka sehingga luka selalu dalam kondisi kering. 

 

Hansaplast Plester Aqua Protect

 

Plester anti air ini memiliki daya rekat yang sangat kuat. Meskipun kamu berenang, plester ini tidak mudah mengelupas. Bahkan, luka tetap terlindungi. Luka tidak akan terkena air. Dan inilah yang membuat luka yang kamu alami lebih mudah sembuh.

 

Perlukah menggunakan obat penyembuh luka? Sebenarnya tidak perlu jika tidak ada gejala yang mengkhawatirkan. Karena pada dasarnya tubuh bisa melakukan proses penyembuhan sendiri. Saat salah satu anggota tubuh kamu terluka, kulit menjadi terbuka. Saat itulah kulit berusaha untuk mengganti sel kulit yang sudah rusak dan menggantinya dengan sel kulit yang baru. Kulit yang terbuka karena terluka akan tertutup ketika sel kulit baru terbentuk.

 

Akan tetapi, ada kondisi di mana proses penyembuhan tersebut harus mendapatkan intervensi. Artinya, terkadang bantuan dari luar juga diperlukan. Apalagi jika ada riwayat penyakit tertentu yang membuat proses penyembuhan sendiri tidak bisa dilakukan dengan baik. Misalnya saja orang yang mengalami penyakit diabetes. Ketika terluka, luka yang dialami sulit sekali sembuh secara sendiri. Maka perlu intervensi dari luar.

Apa yang harus dilakukan?
  1. Membersihkan Luka
    Hal utama yang harus dilakukan adalah membersihkan luka. Ini sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya infeksi pada luka.
    Membersihkan luka harus dilakukan setiap hari. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan air bersih. Bersihkan luka secara perlahan-lahan. Pastikan tidak ada lagi debu atau kotoran yang menempel.
     
  2. Mengobati Luka
    Langkah selanjutnya adalah mengobati luka. Dua produk yang kamu perlukan. Yang pertama Hansaplast Spray Antiseptik. Dan yang kedua Hansaplast Salep Luka. Spray Antiseptik diperlukan untuk menghilangkan bakteri atau kuman yang mungkin menempel pada luka. Sementara itu, salep luka digunakan untuk mengatasi peradangan. Ini salep yang bisa mengurangi rasa perih yang kamu rasakan.
     
  3. Menutup Luka
    Untuk mempercepat proses penyembuhan luka, menutup luka dengan plester wajib dilakukan. Percuma saja kamu sudah oleskan salep dan semprotkan spray antiseptik tapi kamu tidak tutup luka. Bisa saja debu atau kuman menempel ketika kamu beraktivitas.

Nah, itulah hal yang perlu kamu lakukan agar penyembuhan luka lebih cepat.

Kembali ke atas

Kesalahan yang Sering Dilakukan

Sangat disayangkan ketika justru banyak orang melakukan perawatan luka yang salah. Misalnya saja menggunakan alkohol. Banyak sekali orang yang mencoba menyembuhkan luka dengan menggunakan alkohol. Dengan alasan hal ini dilakukan juga oleh dokter.

 

Apakah ini cara yang tepat? Faktanya tidak demikian. Satu hal yang harus kamu pahami. Alkohol yang digunakan dokter itu alkohol dengan kadar yang sudah sesuai dengan medis. Bukan sembarang alkohol.

 

Selain itu, penggunaan alkohol pada luka justru bisa berpotensi merusak jaringan kulit tersebut. Akibatnya, luka semakin sulit tertutup. Semakin sulit luka yang kamu alami bisa disembuhkan.

 

Jadi, kebiasaan menggunakan alkohol untuk mengobati luka harus kamu hentikan. Ganti dengan cara yang tepat seperti yang sudah dijelaskan di atas. Untuk luka kecil seperti luka gores, bersihkan luka lalu semprotkan spray. Kemudian proteksi dengan menempelkan plester. Ini jauh lebih baik dan aman untuk proses penyembuhan luka.

Kembali ke atas