Tips keselamatan dan pertolongan pertama anak yang perlu diajarkan sejak dini, khususnya ketika menjajaki masa eksplorasi. Meski langkah-langkah pertolongan pertama anak ini sudah diketahui oleh para orangtua, tetapi anak juga wajib untuk mengetahuinya. Seperti diketahui, kita tak bisa memprediksi berbagai hal yang bisa saja terjadi, misalnya kecelakaan ringan hingga berat yang menimpa anak maupun orang lain. Tentu, kita sebaiknya mewaspadai setiap hal agar keselamatan si buah hati tetap terjaga.

 

Lalu, bagaimana cara kita mengajari anak-anak untuk memahami tentang tips keselamatan dan pertolongan pertama? Berikut adalah 8 tips keselamatan dan pertolongan pertama yang bisa diajarkan kepada anak-anak.

1. Mengajarkan pertolongan pertama anak diawali dengan memanggil 112

Ketika anak sudah bisa mengenali angka, di saat itu, mereka bisa belajar menelpon 112 atau layanan menghadapi situasi darurat seperti halnya 911 milik Amerika Serikat. Anda bisa memulai dengan mengajarkan bagaimana menelpon 112 dari telepon rumah dan ponsel. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah pesan bahwa 112 bukanlah sebuah mainan sehingga si kecil tidak akan sembarangan menelpon layanan darurat, melainkan hanya dalam situasi darurat.

Telepon 112

2. Mengontrol Perdarahan

Perdarahan bisa terjadi pada kecelakaan berat ataupun ringan. Maka dari itu, penting untuk mengajarkan pada anak mengenai cara mengontrol perdarahan ketika terjadi kecelakaan. 

 

Tekanan pada luka perdarahan biasanya cukup efektif untuk menghentikan aliran darah. Anda bisa mengajari si buah hati bagaimana cara memberi tekanan langsung pada luka yang mengalami perdarahan menggunakan Hansaplast Kasa Steril.

Jatuh

Setelah itu, bersihkan luka dengan Hansaplast Spray Antiseptik dari kotoran dan bakteri serta mencegah luka dari infeksi tanpa rasa sakit dan perih. 

 

Formula Hansaplast Spray Antiseptik mengandung 0,04% PHMB dan 0.1% Decyl Glucoside Tenside dalam larutan Ringer sehingga efektif melawan kuman dan bakteri (termasuk MRSA), sangat ramah di kulit, serta mendukung penyembuhan luka. Hansaplast Spray Antiseptik juga tidak mengandung alkohol dan iodine, sehingga tidak akan merusak jaringan kulit yang sehat dan tidak memberikan sensasi terbakar, perih, maupun membuat kulit kering. Inilah alasan Hansaplast Spray Antiseptik cocok untuk anak-anak dan kulit sensitif. Tampilan Hansaplast Spray Antiseptik jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah dibawa kemana saja. 

 

Bila luka terasa kering, oleskan Hansaplast Salep Luka yang dapat membantu proses penyembuhan luka 2x lebih cepat* dan mengurangi bekas luka untuk luka baru. Hansaplast Salep Luka dapat digunakan pada setiap tahap penyembuhan luka.

Ajari pula anak Anda cara untuk membalut luka dengan Hansaplast Kasa Rol Elastis dan Hansaplast Plester Luka.

 

*dibandingkan dengan luka yang tidak dirawat dengan tepat.

3. Stop, Drop, & Roll

Pernahkah Anda mendengar instruksi stop, drop & roll? Ini adalah instruksi untuk memadamkan api ketika kebakaran merambat ke tubuh. Stop, drop & roll atau berhenti, jatuh dan berguling ini wajib diajarkan pada anak sejak dini sehingga mereka mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ada api di tubuh atau pakaian mereka.

 

Anda juga wajib memberi tahu si kecil, di mana tempat yang tepat untuk melakukan stop, drop & roll. Jika berada di luar ruangan, lakukan stop, drop & roll di atas lapangan rumput daripada di beton. Lalu, jika kebakaran terjadi di dalam ruangan, lakukanlah di atas benda dengan permukaan keras dan bukan di karpet guna meminimalisir kebakaran yang menyebar.

4. Fire Game Plan

Hansaplast

Seperti namanya, fire game plan merupakan latihan simulasi penyelamatan diri ketika kebakaran terjadi di dalam rumah. Anda harus mengajarkan kepada si buah hati untuk peka terhadap alarm kebakaran dan ke mana mereka harus pergi keluar ketika api merambah rumah mereka. 

 

Buat rute darurat dan letakkan peta tersebut di dalam rumah sembari Anda mengajarkannya. Beri tahu pula titik aman di lingkungan tempat tinggal Anda sehingga si kecil tahu akan pergi ke mana setelah berhasil keluar dari rumah yang terbakar. Hal ini sebaiknya Anda rencanakan dengan matang dan dijelaskan dalam metode yang menyenangkan untuk si kecil.

 

5. Mengajarkan CPR sebagai salah satu pertolongan pertama anak yang perlu dilakukan

Melakukan CPR memang tak bisa sembarangan. Perlu pelatihan khusus untuk melakukan pertolongan pertama pada serangan jantung ini. Pertanyaan yang muncul kemudian, bisakah anak-anak melakukan CPR? Jawabannya berbeda untuk setiap anak. 

 

Anda bisa mengajarkan anak untuk melakukan CPR ketika mereka sudah memasuki usia sekolah dasar. Ingat, latihan melakukan CPR hanya boleh dilakukan di maneken karena menekan dada sungguhan bisa menyebabkan cedera serius. Jadi, ingatkan anak-anak untuk melakukan CPR hanya dalam keadaan darurat saja.

CPR

6. Water Safety

Anak-anak suka berenang. Namun, tetap ada bahaya yang perlu Anda waspadai. Oleh karenanya, penting untuk menggunakan jaket pelampung ketika berenang. Ajari pula anak-anak untuk berhati-hati terhadap arus dan jika terjebak, mereka harus berenang sejajar dengan garis pantai untuk keluar dari jebakan arus. Pastikan anak-anak tidak berenang sendirian.

Water Safety

7. Menghindari Gigitan Anjing

Ajari anak Anda untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ada anjing liar atau hewan lain (bukan peliharaan sendiri) ketika mendekat. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa dilakukan hewan tersebut kepada anak-anak. Lebih baik menghindari mereka untuk mengurangi risiko tergigit.

8. Menghindari Keracunan

Jauhkan anak-anak dari lemari penyimpanan alat-alat atau benda pembersih rumah tangga seperti detergen hingga karbol. Terkadang karena warna benda-benda tersebut yang mencolok juga rasa ingin tahu si junior untuk “mencicipi” benda-benda meningkatkan risiko keracunan.

Itulah beberapa hal yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak mengenai tips keselamatan dan pertolongan pertama. Jangan lupa untuk selalu menyediakan alat bantu pertolongan pertama di rumah guna memberikan penanganan optimal jika kecelakaan terjadi.

Kembali ke atas