Cara merawat luka dengan benar adalah salah satu teknik pertolongan pertama yang paling dasar. Prosesnya tetap tidak berubah terlepas dari ukuran atau tingkat keparahan cedera. Apakah itu lutut anak yang terkelupas atau luka tembak, prinsip dalam pembalut luka itu tetap sama dan identik.

 

Luka dan goresan kecil dapat dirawat di rumah atau di jalan. Luka yang lebih dalam dan besar mungkin juga memerlukan bantuan medis. Kebersihan adalah kuncinya.

 

Baca Juga: Penanganan Langsung Luka Memar Agar Tidak Semakin Parah

Kembali ke atas

Perhatikan perdarahan

Bersentuhan dengan darah orang lain dapat menimbulkan risiko, seperti menularkan penyakit tertentu. Jika memungkinkan, lindungi diri dengan mengikuti tindakan pencegahan universal dan kenakan alat pelindung diri (misalnya, sarung tangan nitril atau masker).

Kemudian, periksa perdarahannya. Sedikit perdarahan tidak apa-apa karena membantu mengeluarkan kotoran dan kontaminan lain dari luka, tetapi perdarahan yang terus-menerus pertanda hal yang tidak baik.

 

Hubungi Portal Layanan Panggilan Darurat 112 jika ada:

  • Darah berwarna merah cerah atau darah muncrat
  • Luka tusuk di kepala, leher, dada, perut, pinggul, atau punggung sedalam lebih dari satu inci
  • Luka tusuk yang dalam di lengan di atas siku atau di kaki di atas lutut

Lakukan sebisanya atau apa saja untuk menghentikan perdarahan.

Kembali ke atas

Bagaimana Menghentikan Perdarahan dalam Keadaan Darurat?

  1. Bersihkan Luka

    • Bersihkan luka dengan air mengalir.
    • Kamu juga bisa gunakan Hansaplast Spray Antiseptik untuk membersihkan luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah luka dari infeksi tanpa rasa sakit dan perih.
      Formula Hansaplast Spray Antiseptik mengandung 0,04% PHMB dan 0.1% Decyl Glucoside Tenside dalam larutan Ringer sehingga efektif melawan kuman dan bakteri (termasuk MRSA), sangat ramah di kulit, serta mendukung penyembuhan luka. Hansaplast Spray Antiseptik juga tidak mengandung alkohol dan iodine, sehingga tidak akan merusak jaringan kulit yang sehat dan tidak memberikan sensasi terbakar, perih, maupun membuat kulit kering. Inilah alasan Hansaplast Spray Antiseptik jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah dibawa kemana saja.
    • Gunakan pinset untuk menghilangkan partikel (seperti pecahan kaca atau kerikil).
    • Hidrogen peroksida juga tidak diperlukan untuk membersihkan luka dan bisa berbahaya. Aksi hidrogen peroksida menciptakan gas oksigen, dapat menyebabkan emboli gas, yang berpotensi fatal.
    Hansaplast Spray Antiseptik
  2. Merawat Luka

    • Oleskan lapisan tipis Hansaplast Salep Luka satu sampai dua kali sehari. Hansaplast Salep Luka dapat membantu proses penyembuhan luka 2x lebih cepat* dan mengurangi bekas luka untuk luka baru. Untuk menjaga higienitas, pastikan tube salep tidak menyentuh luka atau permukaan lainnya. Ulangi pemakaian hingga luka sembuh secara keseluruhan. Hansaplast Salep Luka dapat digunakan pada setiap tahap penyembuhan luka.

    *dibandingan dengan luka yang tidak dirawat dengan tepat.

    Hansaplast Salep Luka
  3. Tutupi Luka

    • Tutupi luka jika kemungkinan besar terkena pakaian atau kotoran.
    • Gunakan Hansaplast Plester Luka untuk menutupi sebagian besar luka kecil dan lecet. Kini, Hansaplast Plester Luka telah dilengkapi Bacteria Shield, membentuk perlindungan untuk menghalang kotoran dan bakteri sehingga mencegah infeksi, yang merupakan kondisi yang ideal untuk proses penyembuhan luka. Dengan kain yang lentur dan berpori dapat membuat kulit leluasa bernapas serta dapat mengikuti pergerakan Anda untuk pemakaian yang nyaman. Selain itu, Hansaplast Plester Luka memiliki bantalan luka yang tidak lengket sehingga plester dapat dilepaskan dengan mudah dan tidak sakit.
    • Untuk luka yang ukurannya lebih besar bisa ditutup dengan Hansaplast Sensitive XL/XXL atau Hansaplast Aqua Protect XL/XXL
    • Jika tepi luka tidak mudah disatukan, luka mungkin perlu dijahit.
    Hansaplast Transparan 10 Lembar
  4. Dapatkan Bantuan Medis

    • Luka robek yang dalam dan meluas bisa mencapai ke jaringan di bawah kulit. Jika kamu dapat melihat lapisan jaringan di sepanjang sisi luka, itu pertanda cukup dalam. Luka tusuk lebih sulit untuk dievaluasi dan harus didasarkan pada berapa lama benda berada di dalam jaringan yang terkena.
  5. Cari pertolongan medis untuk luka dalam jika luka:

    • Terasa lembut atau mati rasa
    • Meradang (merah dan bengkak)
    • Adanya nanah (kekuningan, cairan kental)
    • Robek dengan tepi bergerigi atau tidak mau menutup
    • Dapatkan juga pertolongan medis jika sudah lebih dari lima tahun sejak korban mendapat suntikan tetanus.
Kembali ke atas