Plester Luka Besar, Kenali Berbagai Kondisi yang Memerlukannya

3 menit Baca
Menampilkan lebih banyak

Kapan Saya Membutuhkan Plester Luka Ukuran Besar?

Plester luka besar diperlukan untuk menutup luka yang ukurannya luas dan besar. Dengan pemilihan plester dan perawatan luka yang tepat, proses penyembuhan luka bisa lebih cepat dan luka pun terhindar dari infeksi.

Penggunaan plester bermanfaat untuk melindungi kulit yang terluka dari paparan debu, kotoran, kuman, dan air. Selain itu, plester juga digunakan untuk menyerap cairan dan membantu menghentikan perdarahan. 

Agar dapat bekerja dengan optimal, plester luka harus disesuaikan dengan ukuran luka. Inilah mengapa kita perlu memilih ukuran plester yang tepat dan sesuai dengan ukuran luka.


Beragam Kondisi yang Membutuhkan Plester Luka Besar

Sebelum menutup luka dengan plester, Anda perlu membasuh luka terlebih dahulu dengan air bersih yang mengalir sampai tidak ada kotoran di permukaan luka dan sekitarnya. Selanjutnya, keringkan luka secara perlahan dengan kasa, kapas, atau kain bersih. Jangan lupa bersihkan juga dengan Hansaplast Antiseptik Pembersih Luka.

Agar luka cepat sembuh, gunakan plester luka besar yang elastis, steril, nyaman di kulit, sekaligus antiair. Pastikan pula bagian perekat plester berada di luar area luka. 

Berdasarkan jenis lukanya, plester luka besar bisa digunakan untuk berbagai kondisi berikut ini:


1. Luka Gores atau Luka Lecet

Luka gores atau luka lecet (abrasi) adalah luka yang terjadi ketika lapisan luar kulit rusak akibat bergesekan dengan permukaan yang kasar dan keras. Contohnya, luka akibat kecelakaan kendaraan bermotor atau terjatuh saat naik sepeda. Kondisi ini menimbulkan gesekan antara kulit dengan aspal atau tanah.

Luka gores atau luka lecet yang ukurannya cukup lebar bisa menimbulkan rasa perih, apalagi bila terkena air saat mandi. Jadi, Anda bisa menutupnya dengan plester berukuran besar sesuai ukuran luka setelah luka dibersihkan.

2. Luka Bakar Ringan

Plester luka besar juga bisa melindungi luka bakar ringan, misalnya akibat terkena air panas, minyak panas atau sengatan sinar matahari (sunburn), agar terhindar dari gesekan yang membuat luka makin nyeri. 

Sebelum menutup luka, Anda dapat mengoleskan salep luka yang mengandung petroleum jelly, panthenol, dan glycerin, seperti Hansaplast Salep Luka, sebanyak 2–3 kali per hari untuk mempercepat penyembuhan luka. 

Namun, untuk luka bakar yang sangat lebar, misalnya satu lengan penuh, perlu segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. 

 

3. Luka Pasca Operasi

Luka pasca operasi perlu dijaga dengan baik agar tidak infeksi. Luka ini tidak boleh dibiarkan basah selama 24 jam pertama setelah operasi. Oleh karena itu, luka pascaoperasi perlu ditutup dengan plester luka besar yang tahan air dan steril.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan plester luka besar diperlukan untuk menutup berbagai jenis luka yang luas dan besar. Tujuannya adalah agar luka cepat pulih dan bebas kuman. 

Agar luka cepat pulih, pilihlah plester yang bisa menutup luka dengan sempurna, seperti Hansaplast.

 

Plester Hansaplast kedap air, perekatnya kuat, steril, dan bantalan luka tidak menempel pada luka. Selain itu, plester Hansaplast Aqua Protect juga tersedia dalam berbagai ukuran, yaitu XL, XXL, 3XL, dan 4XL, yang bisa dipilih sesuai ukuran luka Anda. 

Jangan lupa juga untuk mengganti plester secara berkala sesuai anjuran dokter, khususnya jika plester sudah kotor atau basah, kerekatan plester berkurang, atau luka perlu dioleskan salep kembali.

Meski penggunaan plester luka besar sangat penting untuk mendukung proses pemulihan luka, Anda perlu segera menghentikan pemakaiannya, terutama jika luka yang dialami tidak segera membaik atau muncul gejala infeksi, seperti luka jadi bengkak, makin nyeri, dan bernanah, atau Anda mengalami demam.

Jika mengalami berbagai gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 


Baca juga