Demam bisa terjadi pada siapapun, mulai dari orang dewasa, remaja bahkan demam anak. Terkadang, saat anak yang mengalami demam, membuat orangtua panik dan bingung harus berbuat apa. 

 

Nah, berikut beberapa informasi yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah suhu anak normal atau demam. Serta apa yang bisa dilakukan jika ternyata anak mengalami demam. 

 

Baca Juga : Jangan Salah Membedakan Demam Dengan Alergi

 

Kembali ke atas

Pengukuran suhu tubuh

Untuk mengetahui adanya demam anak atau tidak, yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengukur suhu tubuh anak. Di sini, orangtua membutuhkan termometer, alat yang biasa digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Ada beberapa jenis termometer yang bisa digunakan, yaitu:

  • Termometer rektal, yang digunakan di rektum biasanya untuk bayi
  • Termometer oral, digunakan di mulut
  • Termometer arteri temporal, berupa alat pengukur tubuh menggunakan inframerah untuk pengukuran suhu di dahi
  • Termometer ketiak dan telinga, yang bisa digunakan untuk anak dan orang dewasa

Bacalah petunjuk pemakaian termometer. Karena berbeda jenis termometer, dapat berbeda juga cara penggunaannya. 

Berikut beberapa panduan penggunaan termometer sesuai dengan jenisnya.

 
Termometer rektal
  1. Nyalakan termometer digital.
  2. Baringkan anak tengkurap atau miring, dengan lutut tertekuk.
  3. Dengan hati-hati masukkan ujung termometer sekitar 1,3 sampai 2,5 sentimeter ke dalam rektum.
  4. Pegang termometer sampai bunyi bip termometer menandakan selesai. Untuk menghindari cedera, lepas perlahan dari rektum anak.
  5. Lepaskan termometer dan baca angkanya.

Termometer oral
  1. Letakkan ujung termometer di bawah lidah.
  2. Biarkan termometer berada di dalam mulut sesuai waktu yang tertera di petunjuk pemakaian termometer atau jika menggunakan versi digital, biarkan sampai bunyi bip yang menandakan selesai.
  3. Keluarkan termometer dari mulut dan baca angkanya.

Suhu arteri temporal
  1. Nyalakan termometer digital.
  2. Pindai perlahan di dahi dan baca angkanya.
Suhu ketiak
  1. Nyalakan termometer digital. Letakkan termometer di bawah ketiak, pastikan menyentuh kulit, bukan pakaian.
  2. Pegang termometer sesuai waktu yang ditentukan di petunjuk pemakaian.
  3. Lepaskan termometer dan baca angkanya.
Suhu telinga
  1. Nyalakan termometer digital. Tempatkan dengan hati-hati di dalam liang telinga tidak lebih jauh dari yang ditunjukkan oleh petunjuk pemakaian.
  2. Pegang termometer sampai mendengar bunyi termometer penanda selesai.
  3. Lepaskan termometer dan baca angkanya.
Kembali ke atas

Suhu tubuh normal

Rata-rata suhu tubuh normal adalah 37 derajat Celcius. Tetapi jika berkisar antara 36,1 hingga 37,2 derajat Celcius juga termasuk suhu tubuh yang normal. 

 

Suhu tubuh dapat bervariasi tergantung aktif atau tidaknya tubuh dan tergantung waktu. Orang yang lebih tua umumnya memiliki suhu tubuh yang lebih rendah, dibandingkan yang lebih muda. 

Kembali ke atas

Suhu tubuh yang mengalami demam

Berikut angka termometer yang menunjukkan anak mengalami demam. 

  • Termometer yang digunakan di rektal atau telinga adalah 38 derajat celcius atau lebih tinggi
  • Termometer yang digunakan di mulut, 37.8 derajat celcius atau lebih tinggi
  • Termometer yang digunakan di ketiak, 37.2 derajat celcius atau lebih tinggi

 

Baca Juga : Lakukan Pencegahan Dengan Cara Mengenali Gejala Demam Pada Anak


Kembali ke atas

Mengatasi demam anak

Beberapa anak yang mengalami demam, masih terlihat baik-baik saja. Tetapi ada juga yang terlihat gelisah dan tidak nyaman. Jika demam anak membuat tidak nyaman, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut ini. 

  • Pastikan anak cukup minum, agar kebutuhan cairan terpenuhi.
  • Pilihkan pakaian yang ringan untuk anak.
  • Gunakan selimut tipis jika anak Anda merasa kedinginan, sampai rasa dinginnya hilang.
  • Jangan berikan aspirin kepada anak-anak atau remaja.
  • Jangan berikan pereda nyeri, kecuali atas rekomendasi dokter.
  • Jika anak berusia 6 bulan atau lebih, berikan anak Anda asetaminofen atau ibuprofen. Baca label dengan hati-hati untuk dosis yang tepat.
 
Kembali ke atas

Demam anak yang tak kunjung reda

Jika demam tak kunjung reda atau demam anak disertai gejala lain, sebaiknya segera cari bantuan medis. Berikut gejala lain yang harus diwaspadai, dan menjadi tanda anak membutuhkan bantuan medis.  

  • Demam tanpa keringat
  • Sakit kepala parah
  • Kejang
  • Leher kaku
  • Kebingungan
  • Muntah atau diare berulang
  • Iritabilitas atau ketidaknyamanan yang signifikan
  • Gejala yang mengkhawatirkan, berbeda, atau tidak biasa
Kembali ke atas

Bagaimana menyikapi demam pada bayi

Jika bayi berusia kurang dari 3 bulan dan mengalami demam tinggi, ssebaiknya cari bantuan medis agar Si Kecil mendapat perawatan yang tepat. 

Selain itu, jangan menunda-nunda mencari pertolongan medis, jika bayi mengalami demam dan gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Rewel, atau bertindak tidak normal, yang tidak membaik bahkan setelah minum obat penurun demam
  • Tanda dan gejala dehidrasi, seperti bayi tidak buang air kecil selama delapan hingga 10 jam
  • Menangis tanpa air mata
  • Mulut kering
  • Menolak minum cairan apa pun
  • Leher kaku atau sakit kepala
  • Sakit perut
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri sendi atau bengkak

Orang tua juga perlu mencari bantuan medis jika demam berlangsung lebih dari lima hari berturut-turut.

 

Baca Juga : Lakukan Pencegahan Dengan Cara Mengenali Gejala Demam Pada Anak

 

Kembali ke atas