Kompres penurun panas yang bagus

Lakukan Pencegahan dengan Cara Mengenali Gejala Demam Pada Anak

Ada pepatah yang mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Sayangnya, banyak orang yang tidak begitu mau menerapkannya untuk masalah yang sepele. Misalnya saja demam. Ini masalah kesehatan yang dianggap remeh. Saat demam, seseorang bisa minum obat atau menggunakan kompres penurun panas yang bagus. Padahal, jika seseorang sudah mengalami demam, ada masalah kesehatan serius yang mengancam.

 

Sebaiknya Anda tidak boleh meremehkan demam. Apalagi jika demam dialami oleh si kecil yang usianya masih di bawah 5 tahun. Demam yang begitu tinggi bisa menyebabkan anak mengalami kejang-kejang.

 

Oleh sebab itu, ada baiknya demam dicegah sedini mungkin. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mengenali apa saja gejala demam yang mendahului.

 
Kembali ke atas

Gejala Demam Anak yang Harus Anda Ketahui

Demam itu bisa disebabkan oleh banyak sekali faktor. Demam pada anak bisa dikarenakan bakteri, virus, jamur, efek obat-obatan tertentu atau sedang tumbuh gigi. Maka dari itu, gejala demam berbeda-beda tergantung faktor pemicunya. Berikut beberapa gejala demam pada anak yang perlu Anda perhatikan. 

  1. Berkeringat
    Ada yang juga mengatakan keringat dingin. Mereka yang demam mengeluarkan keringat tapi tubuh menggigil kedinginan. Keluarnya keringat saat demam ini menjadi hal yang normal. Keringat keluar karena adanya perbedaan suhu di dalam dan di luar tubuh. Di bagian dalam tubuh memiliki suhu yang lebih tinggi daripada di luar tubuh sehingga tubuh terpacu untuk mengeluarkan keringat.
     
  2. Sakit Kepala 
    Demam juga bisa didahului dengan rasa pening di kepala. Hal ini ada kaitannya dengan sistem peredaran darah yang terganggu. Akibatnya akan menimbulkan rasa sakit pada bagian kepala terlebih dahulu. Lambat laun, suhu tubuh akan mulai naik

  3. Dehidrasi 
    Ketika si kecil berkeringat begitu deras, maka akan mulai kehilangan cairan. Padahal, cairan tersebut digunakan oleh tubuh. Hanya saja, ketika cairan tersebut keluar begitu banyak dalam bentuk keringat, tubuh kekurangan cairan dan mengalami dehidrasi. Karena itu, anak yang sedang demam harus diberi asupan cairan agar tidak dehidrasi.

  4. Kehilangan Nafsu Makan
    Tak jarang juga, anak yang sedang mengalami demam akan kehilangan nafsu makan. Anak menjadi tidak ingin makan karena tubuhnya terasa tidak nyaman.

Itulah beberapa gejala demam yang sering muncul. Ketika gejala itu sudah mulai terlihat, seharusnya Anda mulai melakukan pencegahan. Ini penting agar demam pada anak tidak semakin parah. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kompres demam anak yang efektif menurunkan suhu tubuh.

 
Kembali ke atas

Yang Harus Anda Lakukan Ketika Muncul Gejala Demam

Jika muncul beberapa gejala demam anak, berikut ini tips yang sebaiknya Anda lakukan:

  1. Cek Kondisi Suhu Tubuh Secara Berkala
    Cek kondisi suhu tubuh secara berkala. Karena kenaikan suhu tubuh bisa begitu cepat, yaitu sekitar 30 menit sekali. Makanya, sebaiknya cek suhu tubuh setidaknya setiap 30 menit sekali. Siapkan thermometer di rumah. Ini harus ada di kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).

  2. Mencari Tahu Faktor Penyebabnya
    Jika ternyata suhu tubuh anak berangsur naik, ada kemungkinan akan mengalami demam. Sebelum itu, coba cari tahu apa yang mungkin menyebabkan hal tersebut. Bisa jadi si kecil sedang mengalami luka yang infeksi, tumbuh gigi atau efek dari obat yang baru saja dikonsumsi.

    Pikirkan juga apakah ada potensi bakteri atau virus masuk ke tubuh anak, entah itu melalui makanan atau minuman. Karena banyak sekali kasus di mana demam disebabkan oleh bakteri atau virus.

    Dalam hal ini, demam merupakan reaksi tubuh ketika tubuh melakukan pertahanan diri dari serangan mikroorganisme yang berbahaya, seperti bakteri atau virus. Jadi, ketika mengalami demam, bisa saja ada diakibatkan oleh virus atau bakteri yang menginfeksi tubuh.

  3. Lebih Banyak Minum Air Putih
    Siapkan botol atau gelas yang diisi dengan air putih di dekat anak. Berikan minum secara berkala pada anak agar tidak terjadi dehidrasi, karena saat demam tubuh akan lebih banyak mengeluarkan keringat. Cegah dehidrasi dengan cara banyak minum air putih.

  4. Gunakan Kompres Demam

    Kompres Demam Anak
    Jika tubuh mulai panas, turunkan dengan cara menaruh kompres pada dahi. Anda bisa gunakan kompres penurun panas yang bagus dari Hansaplast Cooling Fever. Kompres ini mudah digunakan serta efektif untuk membantu menurunkan panas pada anak.
     
  5. Minum Obat Penurun Panas 
    Anda harus mengukur suhu tubuh Anda secara berkala. Jika suhu tubuh anak mencapai 38 derajat celcius atau bahkan lebih, segera minum obat penurun panas. Istirahat yang banyak dan lihat perkembangannya kurang lebih 5 atau 6 jam kemudian. Jika suhu tidak turun juga, segera periksakan si kecil ke dokter. Namun, jika suhu tubuh berangsur turun, maka perbanyaklah istirahat.
     

Setidaknya sekarang Anda sudah mendapatkan informasi tentang bagaimana cara menangani demam pada anak. Jika Anda atau anggota keluarga Anda mengalami demam, Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Yang pasti, siapkan termometer dan juga kompres penurun panas yang bagus di rumah.

 
Kembali ke atas