Sepertinya hampir setiap orang, mungkin termasuk Anda, pernah mengalami luka terbuka (open wound) dalam hidup mereka. Entah itu karena terjatuh, kecelakaan, atau terkena benda tajam. Biasanya luka terbuka (open wound) ringan bisa dirawat di rumah menggunakan plester luka.

 

Baik itu luka terbuka (open wound) ringan atau serius, penting untuk mengambil tindakan secara cepat. Beberapa luka terbuka (open wound) dapat dirawat di rumah, tetapi tidak selalu demikian. Meskipun luka-luka kecil seperti luka sayat dan luka gores seringkali dapat membaik dengan sendirinya, resiko terjadinya infeksi tetap ada. Hansaplast Plester Luka dengan Bacteria Shield membentuk perlindungan untuk menghalang kotoran dan bakteri sehingga mencegah infeksi, yang merupakan kondisi yang ideal untuk proses penyembuhan luka.

 

Namun, pertama-tama kita perlu mengetahui apa itu luka terbuka (open wound) dan jenisnya. Luka terbuka (open wound) adalah cedera yang menyebabkan kerusakan eksternal atau internal pada jaringan tubuh dan biasanya terjadi pada kulit.

Kembali ke atas

Jenis Luka Terbuka (Open Wound) dan Penyebabnya

Ada empat jenis luka terbuka (open wound) yang diklasifikasikan menurut penyebabnya.

a. Abrasi

Abrasi terjadi ketika kulit Anda bergesekan dengan permukaan yang kasar atau keras. Ruam yang berbentuk seperti goresan adalah contoh abrasi. Jenis luka ini biasanya tidak menyebabkan banyak perdarahan, tapi tetap dibersihkan untuk menghindari infeksi.

b. Laserasi

Laserasi adalah luka dalam atau kulit robek. Kecelakaan dengan pisau, perkakas, dan mesin sering menjadi penyebab laserasi. Dalam kasus laserasi yang parah, perdarahan dapat terjadi dengan cepat dan ekstensif.

c. Tusukan

Tusukan adalah lubang kecil pada kulit yang disebabkan benda panjang dan runcing, seperti paku atau jarum. Terkadang, peluru pun bisa menyebabkan luka tusuk.

Tusukan mungkin tidak mengeluarkan banyak darah, tetapi luka ini bisa cukup dalam untuk merusak organ dalam. Jika Anda memiliki luka tusukan kecil, kunjungi dokter untuk mendapatkan suntikan tetanus untuk mencegah infeksi.

d. Avulsi

Avulsi adalah robekan pada kulit dan jaringan di bawahnya. Avulsi biasanya terjadi selama kecelakaan kekerasan, seperti kecelakaan yang menghancurkan tubuh, ledakan, dan tembakan. Penderita luka jenis ini biasanya mengalami perdarahan hebat dan cepat.

Kembali ke atas

Cara Mengobati Luka Terbuka (Open Wound)

Cara Mengobati Luka Terbuka
Kembali ke atas

Kapan Harus ke Dokter

Meskipun ada beberapa jenis luka yang dapat diobati di rumah, Anda harus menemui dokter jika:

  • Luka terbuka (open wound) lebih dalam dari 12 cm.

  • Perdarahan tidak berhenti meski sudah ditekan.

  • Perdarahan berlangsung lebih dari 20 menit.

  • Perdarahan adalah akibat dari kecelakaan yang serius.

Perawatan Medis

Dokter mungkin akan menggunakan teknik berbeda untuk merawat luka terbuka (open wound) Anda. Setelah membersihkan dan mungkin membuat area tersebut mati rasa, dokter mungkin akan menutup luka menggunakan lem khusus kulit, atau jahitan. Anda mungkin menerima suntikan tetanus jika Anda memiliki luka tusuk.

Perawatan lain untuk luka terbuka (open wound) bisa dengan obat pereda nyeri. Dokter akan meresepkan penisilin atau antibiotik lain jika ada infeksi atau risiko tinggi berkembangnya infeksi. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan pembedahan.

Sekembalinya dari dokter, Anda harus melatih mengganti perban luka sendiri. Saat mengganti perban pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Kemudian, keringkan luka dan balut kembali. Buang balutan dan perban luka lama ke dalam kantong plastik.


Kembali ke atas

Adakah Komplikasi dari Luka Terbuka (Open Wound)?

Komplikasi utama dari luka terbuka (open wound) adalah risiko terjadinya infeksi. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami tusukan, laserasi dalam, atau kecelakaan serius serta ada tanda-tanda perdarahan atau infeksi yang signifikan.

 Anda mungkin mengalami infeksi jika luka menunjukkan:

  • Peningkatan perdarahan

  • Keluarnya nanah kental berwarna hijau, kuning, atau cokelat

  • Keluarnya nanah yang disertai bau busuk

 Tanda-tanda infeksi lainnya :

  • Demam lebih dari 38°C selama lebih dari empat jam.

  • Benjolan lunak di selangkangan atau ketiak Anda

  • Luka yang tidak kunjung sembuh

Dokter akan mengeringkan atau membersihkan luka dan meresepkan antibiotik jika infeksi bakteri berkembang. Dalam kasus serius, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan terkadang jaringan di sekitarnya juga.

Bila tidak cepat ditangani, luka terbuka (open wound) bisa menyebabkan:

  • Penyakit kejang mulut. Kondisi ini disebabkan infeksi dari bakteri penyebab tetanus yang menyebabkan kontraksi otot di rahang dan leher Anda.

  • Fasciitis nekrotikans. Ini adalah infeksi jaringan lunak yang parah yang disebabkan berbagai bakteri termasuk Clostridium dan Streptococcus yang dapat hilangnya jaringan dan sepsis.

  • Selulitis. Ini adalah infeksi kulit yang tidak langsung bersentuhan dengan luka.

Jika Anda memiliki luka kulit besar, terutama luka dengan jahitan, tanyakan kepada dokter Anda untuk instruksi perawatan yang tepat. Selalu periksa ke dokter jika terjadi luka dalam, mengeluarkan banyak darah atau menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau hangat. Harap dicatat bahwa, meskipun disusun dengan sangat hati-hati, tip dan saran yang diberikan di situs ini sama sekali tidak menggantikan saran dan pengobatan medis. Jika mengalami atau mencurigai adanya masalah kesehatan, berkonsultasilah dengan dokter. Selalu baca dengan seksama dan ikuti petunjuk penggunaan atau brosur produk Hansaplast.

 

 

 

Sumber:https://www.healthline.com/health/open-wound


Kembali ke atas