Bisul atau benjolan merah pada kulit yang berisi nanah atau cairan kuning menjadi salah satu penyakit yang cukup sering dialami manusia. Apa penyebabnya dan bagaimana menanganinya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Kembali ke atas

Penyebab Bisul

Munculnya furunkel atau bisul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang memicu peradangan pada folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut. Tempat paling umum munculnya bisul adalah di wajah, leher, ketiak, bahu, dan bokong. Bisul terkadang juga bisa muncul di daerah kemaluan karena pada bagian-bagian tubuh tersebut sering terjadi gesekan kulit dan berkeringat.

Bisul

Bisul bisa seukuran biji jagung atau kadang bisa tumbuh lebih besar dari bola golf. Seringkali, area bisul terasa lebih hangat daripada kulit di sekitarnya dan terasa gatal jika disentuh.

 

Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Namun, selain Staphylococcus, kelompok bakteri streptococcus juga bisa memicu terjadinya bisul. Kuman-kuman ini masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil di kulit dan masuk ke folikel rambut.

 

Ketika mengalami bisul, kulit menjadi merah di area infeksi dan muncul benjolan. Setelah empat hingga tujuh hari, benjolan tersebut mulai memutih saat nanah terkumpul di bawah kulit.

 

Bisul dimulai sebagai benjolan keras, merah, dan nyeri. Selama beberapa hari berikutnya, benjolan menjadi lebih lembut, lebih besar, dan lebih sakit tetapi kondisinya bisa disertai dengan:

Kembali ke atas

Pengobatan Bisul

Umumnya, bisul bisa disembuhkan dengan langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah dan jarang memerlukan penanganan medis oleh dokter. Berikut beberapa cara sederhana untuk mempercepat proses penyembuhan bisul di antaranya:

  1. Menjaga area bisul tetap bersih
    Imun tubuh bekerja ekstra pada bagian tubuh yang mengalami infeksi. Artinya jika ada banyak bakteri infeksi pada area tubuh maka semakin berat kerja sistem imun tubuh. Oleh karenanya, lakukan pembersihan area bisul dengan menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik secara berkala agar kuman infeksi tidak bertambah.

  2. Balut bisul dengan kain kasa
    Bisul bisa dengan mudah menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Oleh karenanya, untuk menghambat penyebarannya, kamu harus menutup area bisul dengan Hansaplast Kasa Rol Elastis. Jangan lupa untuk mengganti kasa pembungkus bisul secara berkala agar tidak memperparah kondisi infeksinya.

  3. Selalu mencuci tangan dan jaga kebersihan diri
    Setiap kamu menyentuh area bisul atau mengganti perban bisul, kamu harus mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun antibakteri. Seperti diketahui bahwa tangan bisa menjadi perantara untuk menyebarkan bakteri penyebab bisul ke area tubuh yang lain.

  4. Mengompres bisul dengan air hangat.
    Lakukanlah beberapa kali sehari. Langkah ini akan mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.

Setelah melakukan hal-hal di atas, masih ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan jika ingin bisul segera membaik. Misalnya, pastikan untuk tidak memecahkan bisul secara paksa. Karena tindakan ini justru bisa memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri. Kamu dianjurkan menunggu hingga bisul tersebut pecah dengan sendirinya.

 

Selain itu, kamu juga dilarang berbagi handuk, kain, pakaian dan sebagainya kepada penderita bisul karena bisul dapat menyebar dengan mudah. Cuci seprai tempat tidur, handuk, dan pakaian yang terkontaminasi (apa pun yang bersentuhan dengan bisul) dengan air yang sangat panas.

Kembali ke atas

Kapan harus ke dokter?

Meski bisul biasanya bisa sembuh sendiri, bisul yang besar perlu ditangani oleh dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat . Dokter biasanya akan membedah bisul guna mengeluarkan nanah. Di samping itu, dokter juga akan meresepkan obat antibiotik untuk menangani bisul apabila:

  • Dengan infeksi yang parah,
  • Kambuh,
  • Disertai demam, atau
  • Disertai komplikasi.

Itulah beberapa langkah perawatan untuk mengobati bisul yang bisa dilakukan di rumah. Tetap jaga perilaku bersih agar kita terhindar dari penyakit. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, selalu lengkapi kebutuhan pertolongan pertama di rumah agar dapat memberi perawatan optimal jika segala sesuatu terjadi.

Kembali ke atas