Bekas luka operasi biasanya menjadi hal yang menakutkan dan mengganggu. Sejak masa pemulihan setelah operasi, pastinya sudah memikirkan cara bagaimana untuk meminimalkan bekas luka operasi setelah sembuh total. 

 

 

Tidak perlu khawatir, jika melakukan perawatan pascaoperasi dengan baik akan meminimalkan risiko munculnya bekas luka operasi. Selain itu, pahami juga metode-metode pencegahan bekas luka operasi seperti berikut, walau beberapa risiko jaringan parut tidak bisa diubah.

 


Baca juga: Kenapa Edukasi Pertolongan Pertama Sejak Dini Itu Penting?

Kembali ke atas

Memahami penyebab bekas luka operasi

Setiap kali kulit terluka, pasti menjadi penyebab dan faktor risiko timbulnya bekas luka. Ini juga berlaku pada luka operasi.


Terlepas dari keahlian seorang dokter bedah, tetap saja prosedur beda dilakukan dengan membuat sayatan di kulit dapat menyebabkan jaringan parut.


Di manapun lokasi operasi dan apapun alasan operasi dilakukan, bedah kecantikan sekalipun, tetap ada kemungkinan bekas luka yang berupa jaringan skar atau jaringan parut.


Jika operasi dilakukan oleh dokter yang kurang ahli, ini bisa menyebabkan jaring parut yang lebih besar. Tetapi, di luar keahlian tersebut, sekali lagi, jaringan parut yang berakhir dengan bekas luka mungkin terjadi saat kulit terluka.

Kembali ke atas

Faktor risiko

Takut memikirkan bekas luka operasi yang besar dan tidak sedap dipandang? Beberapa faktor risiko berikut ini dapat menentukan apakah bekas luka operasi akan terlihat parah atau dapat perlahan memudar dari kulit. 

Bekas Luka
  • Usia. Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitasnya dan menjadi lebih tipis. Akibatnya kulit akan semakin kehilangan kemampuannya untuk menyembuhkan diri. Pada usia yang lebih tua, bekas luka operasi akan lebih mungkin terlihat jelas di kulit pasien. 

  • Ras. Karakteristik ras seperti warna kulit berhubungan dengan respons bekas luka pascaoperasi. Beberapa ras lebih mungkin mendapatkan bekas luka daripada yang lain. Orang Afrika-Amerika adalah salah satu yang cenderung membentuk bekas luka terlihat, seperti hipertrofik dan keloid*. Umumnya, bekas luka akan sangat tipis dan warnanya persis dengan kulit di sekitarnya untuk orang berkulit cerah, dan akan memudar seiring waktu. Tetapi untuk mereka dengan kulit yang lebih gelap, mungkin akan memiliki bekas luka dengan warna yang lebih gelap dibanding kulit di sekitarnya.

  • Genetik. Jika keluarga Anda cenderung meninggalkan bekas luka setelah mengalami masalah pada kulit, kemungkinan akan menurun kepada anak mereka. 

  • Ukuran dan kedalaman sayatan. Semakin besar sayatan, semakin besar juga kemungkinan meninggalkan bekas luka. Karena akan semakin lama proses pemulihan dan semakin besar peluang munculnya jaringan parut.

  • Kecepatan kulit dalam menyembuhkan. Beberapa orang memiliki kulit yang mampu menyembuhkan dengan cepat dan ajaibnya meninggalkan bekas luka yang sangat minim. Tetapi, beberapa orang lainnya kesulitan dalam proses penyembuhan, apalagi memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes.

 

Baca juga: Hansaplast Punya Yang #GakPakePerih

Kembali ke atas

Mencegah munculnya luka pascaoperasi

Selain mengikuti instruksi dokter dalam merawat luka pascaoperasi, melakukan gaya hidup sehat juga bisa membantu pemulihan dan mengurangi munculnya bekas luka operasi. Gaya hidup tersebut di antaranya:

 

  • Tidak merokok. Merokok dapat memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko munculnya bekas luka, lho.

  • Tidak minum minuman beralkohol. Alkohol dapat menurunkan kondisi kesehatan dan membuat tubuh dan kulit kehilangan cairan. Ini dapat mengganggu proses penyembuhan.

  • Tetap terhidrasi. Minum cukup dan pastikan tubuh tetap terhidrasi, karena ini dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara menyeluruh. Anda akan tahu bahwa Anda terhidrasi dengan baik karena urine hampir tidak berwarna atau berwarna terang.

  • Menjaga asupan gizi. Gizi seimbang dalam makanan harianmu perlu diperhatikan, Jangan lupa mengutamakan asupan protein, karena dapat membantu penyembuhan luka di kulit. Makanan hewani seperti ayam, ikan, sapi produksi susu, dan makanan laut bisa membantumu cepat pulih. Jika Anda tidak suka makan daging, produk yang berasal dari kedelai bisa menjadi alternatif yang sangat baik sebagai sumber protein tanpa lemak.

  • Perhatikan berat badan. Kelebihan berat badan memungkinan adanya lipatan lemak dan lemak tersebut dapat menghambat penyembuhan luka pascaoperasi Anda.

  • Mengelola penyakit kronis. Diabetes atau penyakit lain dapat menghambat proses penyembuhan pascaoperasi. Jika kamu menderita diabetes dan penyakit lain yang berpengaruh pada kesehatan kulit, rajinlah berkonsultasi dengan dokter setelah operasi untuk meminimalkan munculnya bekas luka operasi.
Kembali ke atas

Penyembuhan dan perawatan luka

Masih ingat cara mencegah infeksi? Yap, kamu harus melindungi dan menutup luka dengan baik. Selain dapat mempercepat pemulihan, perawatan yang tepat juga bisa meminimalkan munculnya bekas luka pascaoperasi. Selain itu, lakukan langkah-langkah berikut.

  • Istirahat.
  • Mengikuti instruksi dokter dalam merawat luka.
  • Mengidentifikasi dengan cepat dan segera tangani jika terjadi infeksi.
  • Hindari stress.
  • Hindari paparan sinar matahari.
Kembali ke atas

Perawatan bekas luka pascaoperasi

Jika kamu benar-benar takut luka operasi akan meninggalkan bekas, kamu bisa konsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan tambahan, di antaranya:

Luka Operasi
  • Penempatan sayatan. Sebelum operasi kamu bisa membicarakan area yang akan dioperasi dan menentukan bentuk sayatan. Ini mungkin dapat membantu menyembunyikan sayatan dan meminimalkan bekas luka.

  • Perawatan luka dengan Hansaplast Salep Luka. Luka membekas merupakan proses alami yang terjadi ketika kulit memperbaiki kondisinya, contohnya, dari luka lecet, abrasi, atau setelah operasi. Kebanyakan luka dapat meninggalkan tanda sebagai bekas luka. Dengan kondisi penyembuhan luka yang lembab bersama Hansaplast Salep Luka, kamu dapat mengurangi kemungkinan timbulnya bekas luka dan memperoleh hasil estetis yang lebih baik. Kamu bisa oleskan lapisan tipis Hansaplast Salep Luka satu sampai dua kali sehari secara rutin.

  • Pijat. Pijat bisa dilakukan setelah jahitan menutup sempurna. Memijat daerah sayatan setelah sembuh dapat meratakan benjolan pada kulit setelah proses penyembuhan.

  • Suntikan steroid. Jika kamu cenderung membentuk keloid pada bekas luka, bicarakan pada dokter dan mungkin akan direkomendasikan suntikan steroid untuk mencegah timbulnya keloid.

Sebagai pelengkap, perlu dipahami kemunculan bekas luka pascaoperasi pada setiap orang berbeda-beda. Jika melihat orang yang memiliki bekas luka operasi yang parah, itu belum tentu akan kamu alami juga. Jangan lupa selalu konsultasikan pada dokter tentang kesehatanmu setelah operasi, agar setelah sembuh bisa meminimalkan bekas luka pascaoperasi di permukaan kulit.

 

Baca juga: FAQ: Panduan Merawat Luka Operasi

Kembali ke atas