Perawatan Bekas Luka

Merawat Bekas Luka? Begini Caranya yang Benar!

Yuk ikuti rekomendasi dari ahlinya untuk merawat luka untuk meminimalkan bekas luka di kulitmu. 

Jatuh saat menaiki atau turun tangga, kecelakaan lalu lintas atau bahkan luka operasi, pastinya ada saja kecelakaan yang dapat meninggalkan bekas luka, kecil atau besar.

Rasanya setiap orang pasti punya bekas luka yang tertinggal dan membuat mereka selalu teringat pada kecelakaan yang menyebabkan si luka menetap di kulit. 

Bekas luka itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan juga membuat orang yang memilikinya jadi kurang percaya diri. Apalagi jika luka tersebut ada di bagian tubuh yang jelas terlihat. 

Kamu mungkin jadi bertanya-tanya, kenapa sih luka bisa meninggalkan bekas luka dan apakah bisa mencegah luka agar tidak berbekas? Simak ulasannya berikut ini. 

 
Kembali ke atas

Mengetahui terbentuknya bekas luka

Luka dapat sembuh dan kondisi kulit bisa kembali seperti semula jika luka tersebut tidak memengaruhi bagian dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis. Epidermis adalah lapisan kulit terluar yang bisa kita lihat dan sentuh. 

Tapi jika luka mencapai lapisan dermis, diperlukan waktu untuk penyembuhan. Di waktu penyembuhan itu akan muncul jaringan parut yaitu lapisan penutup luka yang terbentuk dari jaringan yang disebut fibrosa. 

 
Mengetahui terbentuknya bekas luka

Nantinya, lapisan luka itu akan kembali tertutup dan sembuh. Sayangnya, penyembuhan luka tidak akan langsung membuat kulit kembali seperti semula. Karena tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaikinya. Proses perbaikan ini lah yang meninggalkan bekas luka. 

Beberapa bekas luka akan hilang menyeluruh, tapi beberapa lainnya akan menetap. 

Kembali ke atas

Lalu bagaimana cara mengurangi kemungkinan adanya bekas luka?

Bekas luka terbentuk di fase akhir penyembuhan luka. Untuk mengurangi adanya bekas luka, berikut yang bisa kamu lakukan saat merawat luka:

 

Membersihkan luka. Infeksi pada luka dapat meningkatkan adanya jaringan parut yang tidak normal dan berisiko meninggalkan bekas luka. Karenanya pastikan selalu menjaga luka agar tidak mengalami infeksi. Melindungi luka dari kotoran dan bakteri. Hansaplast Wound Spray dapat membantumu menjaga kebersihan luka dengan mudah dan cepat. 

 

Melindungi luka. Tutup luka agar terlindungi dari kotoran. Misalnya menggunakan plester Hansaplast untuk melindungi luka agar kuman dan bakteri tidak masuk ke luka dan mengakibatkan infeksi yang akan meningkatkan risiko adanya bekas luka. 

 

Jaga luka hingga sembuh dan jaga kelembapannya. Hansaplast Wound Healing Ointment adalah salah satu produk yang dapat membantu kamu mengurangi risiko bekas luka dan membantu pemyembuhan lebih cepat.

 

Selain itu perhatikan juga tips mencegah bekas luka berikut:

  • Melindungi luka dari sinar matahari
  • Jangan biarkan luka dan bekas luka baru terkena suhu ekstrem
  • Hindari kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan jaringan parut tegang
 
Kembali ke atas

Cara merawat luka dan mengurangi bekas luka

Luka di kulit mulai sembuh tapi khawatir akan meninggalkan bekas? Coba gunakan produk oles seperti Hansaplast Scar Reducer. Produk ini terbukti secara klinis membantu meratakan, meringankan dan melembutkan jaringan parut.

Studi klinis menunjukkan hasil positif dalam pengurangan bekas luka yang terlihat setelah penggunaan produk ini.  

 
Mengetahui terbentuknya bekas luka

Hasil tersebut terlihat setelah Hansaplast Scar Reducer digunakan pada bekas luka yang timbul dan dengan warna yang terlihat berbeda dari kulit di sekitarnya selama 8 minggu berturut-turut selama setidaknya 12 jam sehari.

 

Bekas luka di kulit umumnya memang memiliki warna yang berbeda dengan kulit di sekitarnya. Tapi ternyata itu tergantu dari jenis lukanya, lho. Karena ada beberapa jenis bekas luka seperti berikut ini. 

Kembali ke atas

Berbagai jenis bekas luka

Bekas luka bisa timbul dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kedalaman luka, lokasi luka, dan jenis kulit. Beberapa orang juga mungkin memiliki bekas luka yang berbeda dibanding orang kebanyakan. Dari berbagai faktor dan kemungkinan, berikut berbagai jenis bekas luka yang umum terjadi.

  1. Bekas luka hipertrofik

    Bekas luka ini terlihat merah dan permukaannya timbul. Dapat menyebabkan rasa gatal dan timbul biasanya disebabkan karena penyembuhan luka yang tidak teratur.

    Luka Hypertrophic
  2. Bekas luka hipertrofik

    Seperti bekas luka hipertrofik, keloid juga timbul dan tampak merah. Namun jika hipertrofik tidak melebar, keloid dapat timbul melampaui area asli luka. Keloid dapat menyebabkan nyeri dan gatal, biasanya dialami orang dengan kulit yang lebih gelap. Umumnya tidak hilang meski dalam waktu yang lama. 

    Luka hipertrofik
  3. Bekas luka atrofi

    Bekas luka atrofi ditandai dengan celah atau permukaan yang tidak rata di kulit. Contohnya adalah bekas luka jerawat. Atau umum juga terjadi karena bekas luka cacar air. Jenis ini terjadi karena hilangnya kolagen di lapisan dermis kulit. 

    Luka atrofi
Kembali ke atas