Seringkali luka akibat pecahan kaca atau serpihan kayu diabaikan karena hanya menimbulkan luka dan atau perdarahan ringan. Namun, bukan berarti luka ini bisa diabaikan begitu saja karena luka akibat pecahan kaca atau serpihan bisa menyebabkan infeksi jika dibiarkan terlalu lama. Tidak ingin hal itu terjadi? Maka perhatikan artikel ini yang akan membahas bagaimana penanganan pertama pada luka terkena pecahan kaca atau serpihan kayu yang wajib kamu ketahui.

Kembali ke atas

Deteksi Luka yang Infeksi

Meski luka luar yang ditimbulkan dari pecahan kaca atau kayu biasanya kecil, tetapi risiko untuk luka tersebut menjadi infeksi tetap tinggi. Berikut tanda-tanda infeksi yang bisa kamu deteksi sebelum mencabut pecahan kaca atau serpihan kayu dari kulitmu.

  • Keluarnya cairan atau nanah dari luka
  • Kemerahan
  • Timbul rasa nyeri bahkan ketika tidak bergerak sekalipun
  • Pembengkakan

 

Jika pada luka tersebut menunjukkan gejala-gejala di atas, maka sebaiknya pergi ke dokter untuk mengeluarkan serpihan kaca atau kayu tersebut ketimbang berusaha mengeluarkannya sendiri, karena penanganan yang salah bisa menyebabkan infeksi semakin memburuk.

 

Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah semua luka akibat pecahan kaca bisa mengalami infeksi? Hal itu tergantung dari jenis pecahan tersebut. Apakah ia mengandung material organik misalnya tanduk hewan, duri, serpihan kayu atau luka yang kamu alami disebabkan oleh pecahan kaca. Biasanya, luka akibat benda-benda organik seperti kayu lebih mudah menyebabkan infeksi.

 

Kembali ke atas

Penanganan Pertama pada Luka akibat Pecahan Kaca

luka akibat serpihan kaca

Ketika kamu memastikan bahwa luka akibat pecahan tidak mengalami infeksi awal, maka ini saatnya mengeluarkan pecahan tersebut dari tubuhmu. Perlu diingat, karena biasanya luka ini disebabkan oleh serpihan kayu atau pecahan kaca, maka sangat tinggi risiko adanya serpihan lebih dari satu di dalam kulitmu. Meski kamu sudah memastikan tidak ada infeksi yang terjadi di awal, tetapi serpihan yang masih tertinggal di dalam kulit bisa menjadi bakal infeksi baru.

Untuk itu, perlu penanganan tepat dan mencabut semua serpihan agar luka akibat pecahan bisa terobati. Peralatan yang kamu butuhkan adalah:

  • Cairan disinfektan
  • Jarum
  • Pencapit
  • Sabun dan air

Setelah alat-alat sudah siap, langkah-langkah untuk mencabut pecahan kaca atau serpihan kayu adalah sebagai berikut:

  1. Mencuci tangan
    Sebelum mencabut serpihan kaca atau kayu dari kulitmu, pastikan untuk membersihkan tangan dengan air mengalir dan sabun agar tak menimbulkan infeksi ketika menyentuh luka. Cuci tangan selama 20 detik guna memastikan tangan benar-benar bersih.

  2. Bersihkan jarum
    Jarum di sini digunakan untuk mencongkel serpihan yang tertancap di kulit. Oleh karena itu, jarum yang digunakan harus benar-benar steril. Gunakan alkohol atau cairan disinfektan untuk membersihkan jarum sebelum digunakan.

  3. Basuh luka
    Basuh luka dengan air mengalir dan sabun untuk membersihkannya dari kotoran juga kuman yang bisa menyebabkan infeksi. Ada baiknya kamu menggunakan air hangat ketika membasuh luka tersebut. Kamu juga bisa gunakan Hansaplast Spray Antiseptik untuk membersihkan luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi tanpa rasa sakit dan perih. 

    Formula Hansaplast Spray Antiseptik mengandung 0,04% PHMB dan 0.1% Decyl Glucoside Tenside dalam larutan Ringer sehingga efektif melawan kuman dan bakteri (termasuk MRSA), sangat ramah di kulit, serta mendukung penyembuhan luka. Hansaplast Spray Antiseptik juga tidak mengandung alkohol dan iodine, sehingga tidak akan memberikan sensasi terbakar, perih, dan membuat kulit kering. Inilah alasan Hansaplast Spray Antiseptik cocok untuk anak-anak dan kulit sensitif. Tampilan Hansaplast Spray Antiseptik jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah dibawa kemana saja.
     

  4. Buka luka pecahan dengan jarum
    Luka pecahan biasanya memiliki luka luar yang kecil sehingga sulit untuk mengeluarkan serpihan dari dalam kulit. Oleh karena itu, buka kulit bagian atas dari serpihan berada agar lebih mudah untuk dicabut dengan jarum. Ingat, lakukan dengan lembut dan jangan menekan serpihan di dalam kulit karena bisa memecah serpihan tersebut sehingga meninggalkan masalah yang lebih besar.

  5. Cabut Serpihan
    Setelah serpihan terlihat lebih jelas dan bisa untuk dicabut, maka pegang ujung serpihan dengan pinset kemudian cabut serpihan dari kulit dari sudut yang sama ketika serpihan masuk ke kulitmu. Hal ini guna meminimalisir luka baru yang lebih besar.

  6. Bersihkan Luka
    Setelah serpihan berhasil dicabut, bersihkan kembali luka dengan Hansaplast Spray Antiseptik. Untuk menenangkan lukanya, kamu bisa mengoleskan Hansaplast Salep Luka sebelum mengaplikasikan Hansaplast Kasa Rol Elastis.

Itu dia penangan pertama yang bisa kamu lakukan ketika mengalami luka akibat pecahan kaca atau serpihan kayu. Perlu diingat bahwa jika kamu merasa takut untuk mengobati luka akibat pecahan kaca sendiri kemudian luka terlihat sangat dalam ataupun terus-menerus terjadi perdarahan, maka segeralah cari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Jika luka akibat pecahan kaca atau serpihan kayu terjadi pada anak-anak, penanganan pertama harus dilakukan dan didampingi oleh orang tua.

 

Oleh karenanya, jangan lupa untuk selalu menyiapkan alat-alat perlengkapan pertolongan pertama seperti Hansaplast Spray Antiseptik, Hansaplast Salep Luka, dan Hansaplast Plester Luka agar penanganan pada luka akibat pecahan kaca ataupun luka lainnya bisa segera tertangani dengan baik. 

 

 

Kembali ke atas