Proses Penyembuhan dengan Meminimalisir Munculnya Bekas Luka

Hampir semua luka meninggalkan bekas. Jadi, setelah luka berhasil disembuhkan, bukan berarti tugas Anda selesai. Tugas selanjutnya adalah menghilangkan bekas luka yang sebenarnya bukan hal yang mudah.

 

Daripada berpikir menghilangkan, apa tidak lebih baik jika Anda berusaha untuk mengantisipasi bekas luka? Dan langkah antisipasi ini bisa Anda lakukan mulai ketika Anda melakukan proses penyembuhan. Dengan menerapkan cara menyembuhkan luka yang benar, diharapkan luka tidak meninggalkan bekas. Atau setidaknya bekas yang muncul tidak begitu terlihat sehingga lebih mudah bagi Anda untuk menyamarkannya. 

 
Kembali ke atas

Kenapa Muncul Bekas Luka?

Sebelum membahas cara menyembuhkan luka agar meminimalisir bekas luka, Anda perlu tahu kenapa luka bisa membekas. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa lebih paham bagaimana meminimalisir munculnya bekas luka.

 

Sebenarnya, hampir semua luka itu meninggalkan bekas jika sudah sembuh. Hal ini disebabkan luka yang terbuka akhirnya ditutup oleh sel kulit yang baru. Bagian baru tersebut terlihat yang kemudian disebut dengan bekas luka.

 

Namun, pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri kenapa ada bekas luka yang begitu terlihat dan ada yang samar? Perbedaannya ada pada proses penutupan luka. Ada orang yang bekas lukanya samar sekali. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Yang pertama, bisa saja luka yang ia alami tidak begitu parah. Luka tidak sampai membuka bagian dermis melainkan hanya bagian epidermis atau bahkan bagian terluar kulit saja.

 

Faktor yang kedua, tubuh memiliki kolagen yang banyak. Kolagen inilah yang mampu menutup luka dengan sempurna sehingga tidak meninggalkan bekas luka yang mencolok. Sebaliknya, luka yang dalam dan dibarengi dengan kondisi kolagen yang kurang membuat luka meninggalkan bekas yang begitu jelas.

 

Lalu, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah hal tersebut bisa diantisipasi? Jawabannya bisa.

 
Kembali ke atas

Meminimalisir Munculnya Bekas Luka

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bekas luka itu muncul sebagai akibat dari proses penutupan luka. Ketika luka cukup dalam, kemungkinan besar ini meninggalkan bekas yang kentara. Bagaimana cara meminimalisir bekas luka tersebut? Ini sangat dipengaruhi oleh upaya penyembuhan luka yang Anda lakukan.

  1. Bantu Kulit Melakukan Proses Regenerasi 
    Ketika Anda terluka, tubuh Anda akan mencoba untuk melakukan penyembuhan. Ini dimulai dari melakukan proses regenerasi sel kulit. Luka membuat bagian kulit tertentu Anda terbuka. Saat itulah tubuh mengetahui bahwa ada sel kulit yang rusak dan harus segera digantikan dengan sel kulit yang baru. Itulah yang kemudian disebut dengan regenerasi sel kulit.

    Dalam hal ini, Anda bisa membantu agar proses regenerasi sel lebih cepat. Karena dengan cara ini, luka terbuka akan lebih cepat tertutup kembali. Bagaimana caranya?

    Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah memastikan proses penutupan luka lebih efektif. Hindari melakukan gerakan tertentu yang bisa memperlambat proses penutupan luka. Terutama jika luka yang Anda alami di bagian tubuh yang sering digunakan untuk bergerak. Misalnya saja siku atau lutut. Sebaiknya, hindari terlalu sering bergerak agar luka bisa segera tertutup dengan adanya jaringan kulit yang baru.

  2. Antisipasi Agar Luka Tidak Semakin Parah 
    Yang tak kalah penting lagi adalah mencegah luka semakin parah. Luka yang terbuka berisiko terkena infeksi, entah itu karena terkena debu, kotoran, bakteri, atau kuman. Apapun itu yang bisa memperparah luka, Anda harus berusaha untuk antisipasi.

    Caranya dengan menutup luka dengan menggunakan plester. Anda bisa gunakan Hansaplast Plester. Ada banyak sekali pilihan plester yang bisa Anda sesuaikan dengan lokasi luka dan juga ukuran luka. Plester ini akan melindungi luka dari terkena debu, kotoran, bakteri ataupun kuman yang bisa menyebabkan infeksi.

  3. Lakukan Perawatan yang Tepat 
    Selama proses penyembuhan, Anda juga harus merawat luka dengan baik. Perawatan diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka.

    Spray Antiseptik RTB indication


    Apa yang harus Anda lakukan? Pertama, pastikan luka tidak infeksi. Anda bisa semprotkan Hansaplast Spray Antiseptik pada luka setiap kali Anda akan menutupnya dengan plester. Kedua, oleskan selap luka pada bagian yang terluka dan juga sekeliling luka jika muncul tanda peradangan. Peradangan menandakan luka tidak bisa disembuhkan dengan cepat. Dengan mengoleskan salep luka, peradangan bisa diatasi dan tubuh Anda bisa melakukan penutupan serta penyembuhan luka lebih cepat.
Proses penyembuhan luka yang tepat bisa meminimalisir munculnya bekas luka. Tentu saja luka akan membekas. Namun, bekas tidak begitu terlihat. 
 
Saat luka sudah 100% sembuh, bekas luka yang tidak begitu terlihat lebih mudah untuk Anda samarkan dan hilangkan. Anda hanya perlu melanjutkan membantu kulit melakukan penutupan luka dengan baik. Kolagen dibutuhkan agar bekas luka benar-benar tidak terlihat. 
 
Gunakan krim yang mengandung kolagen. Oleskan pada bagian bekas luka agar segera tertutup. Karena kolagen itulah yang mampu menyatukan kulit yang awalnya terkoyak sehingga bekas luka tidak lagi terlihat.
 
Kembali ke atas