Luka sayatan bisa terjadi di mana saja, termasuk di dapur Anda. Biasanya, luka sayatan ini terjadi akibat teriris oleh benda tajam seperti pisau. Jika tidak segera ditangani secara tepat, luka teriris pisau dapat menyebabkan nyeri, perdarahan hingga risiko infeksi yang cukup besar. Lalu, bagaimana cara penanganan yang tepat untuk luka sayatan yang bisa kita lakukan?

Kembali ke atas

Ketahui Tingkat Keparahan Luka Teriris Pisau

Sebelum mencoba mengobati luka sayatan, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasi tingkat keparahan luka yang terjadi. Luka sayatan sendiri bisa merupakan luka minor atau mayor tergantung tingkat kedalaman luka hingga letak area luka.

 

Luka sayatan dangkal atau minor hanya mencangkup lapisan kulit. Sementara luka sayatan dalam bisa mencapai lebih dari 1 cm dan dapat mengenai tendon, otot, ligamen, saraf, pembuluh darah, bahkan tulang.

Luka teriris pisau

Di rumah, luka sayatan yang terjadi ketika berada di dapur biasanya menimpa pada jemari akibat memotong bahan masakan. Ketika berbicara mengenai tingkat keparahan pada luka sayatan yang terjadi di jari, Anda harus mengidentifikasi apakah luka tersebut dalam atau hanya terjadi di lapisan kulit.

 

Jika hanya terjadi di lapisan kulit, maka luka bisa ditangani sendiri di rumah, tetapi jika luka sayatan cukup dalam misalnya menyayat permukaan tangan atau bahkan hingga teramputasi, luka sayat tersebut bisa saja mematikan. Tanda lain yang harus Anda ketahui, ketika luka sayatan mengalami perdarahan parah seperti darah yang tidak mau berhenti mengalir atau darah menyemprot dari dalam luka, maka segera lakukan pertolongan pertama untuk menghentikan perdarahan dan memanggil bantuan medis.

 

Baca juga: Rumah yang Aman

Kembali ke atas

Cara Mengatasi Luka Teriris/Sayatan Pisau di Rumah

Luka sayatan dangkal bisa kita tangani secara mandiri. Berikut langkah penanganan untuk luka sayatan yang bisa ditangani di rumah:

1. Bersihkan luka dengan Hansaplast Spray Antiseptik

Ketika Anda mengalami luka sayatan ketika memotong buah dan sayuran, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan luka. Gunakan Hansaplast Spray Antiseptik yang dapat membantu kamu untuk membersihkan luka dari kotoran dan bakteri serta mencegah luka dari infeksi tanpa rasa sakit dan perih. Hansaplast Spray Antiseptik tidak mengandung alkohol dan iodine sehingga tidak akan memberikan sensasi terbakar, perih, dan tidak membuat kulit kering. Inilah alasan Hansaplast Spray Antiseptik cocok untuk anak-anak dan kulit sensitif. Selain itu, Hansaplast Spray Antiseptik juga jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah dibawa kemana saja.

hansaplast spray antiseptik

2. Keluarkan darah dari luka

Luka teriris pisau atau luka sayat lain, meski minor biasanya tetap mengeluarkan darah. Setelah area luka dibersihkan, keluarkan darah dari area luka sehingga darah tidak mengalir lagi. Darah yang mengalir dari luka berguna untuk mengeluarkan kuman dan bakteri apa pun yang dapat menyebabkan infeksi.

3. Mengontrol Perdarahan

Sembari mengeluarkan darah, tekan luka menggunakan kain bersih atau Hansaplast Kasa Steril agar darah berhenti mengalir. Posisikan bagian tubuh yang terluka lebih tinggi daripada dada untuk mengontrol perdarahan dan pembengkakan.

Salep Luka

Apabila luka cenderung kering, kamu bisa oleskan Hansaplast Salep Luka untuk membantu proses penyembuhan luka 2x lebih cepat* dan mengurangi bekas luka untuk luka baru. Hansaplast Salep Luka dapat digunakan pada setiap tahap penyembuhan luka.

Finger Strip

Setelah perdarahan berhasil dihentikan, ini saatnya menutupi area luka teriris dengan plester. Pilih Hansaplast Kain Elastis Finger Strip dengan Bacteria Shield berguna untuk melindungi luka di jarimu dari kotoran dan bakteri yang berpotensi sebabkan infeksi dan iritasi. Hansaplast Kain Elastis Finger Strip juga lebih panjang sehingga dapat membalut jari dengan lebih kuat hingga 2x putaran dan lebih lentur.

 

*dibandingkan luka yang tidak dirawat dengan tepat.

4. Jika terjadi pembengkakan

Ketika terjadi luka sayatan disertai pula memar atau pembengkakan di sekitar luka, lakukan pengompresan dengan es batu yang dibungkus kain untuk mengurangi rasa nyerinya. Namun, hindari menempelkan es batu langsung pada luka karena bisa memperburuk keadaan luka.

5. Kapan harus menghubungi tenaga medis?

Jika orang yang mengalami luka sayatan terlihat lemas, pusing dan syok setelah dilakukan penanganan terhadap luka, maka segera hubungi tenaga medis. Pasalnya, dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang merasa lemah bahkan pingsan setelah mendapatkan luka. 

 

Selain itu, jika luka tampak sangat kotor dan sulit untuk dibersihkan secara mandiri, maka Anda harus segera meminta bantuan dokter. Pada kondisi luka seperti ini, dokter dapat memberikan vaksin tetanus dan imunoglobulin tetanus untuk mencegah terjadinya tetanus, terutama jika belum pernah mendapat vaksin tetanus toksoid (TT) atau belum mendapat booster TT dalam 10 tahun terakhir.

 

Baca juga: Membersihkan Luka

 

Menangani luka sayatan secara tepat dapat membantu menyembuhkan luka dengan cepat. Oleh karena itu, sediakan selalu perlengkapan pertolongan pertama seperti cairan antiseptik hingga plester luka dari Hansaplast agar ketika terjadi kecelakaan, penanganan yang tepat bisa segera dilakukan.

 

Kembali ke atas