Setelah menjalani operasi, pastinya berharap luka cepat sembuh agar bisa kembali beraktivitas, seperti kembali bekerja atau bahkan kembali ke gym.

 

Tetapi, proses pemulihan pascaoperasi membutuhkan waktu, dan pasien harus melakukan semua instruksi perawatan luka operasi. Ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Kembali ke atas

Tips agar cepat pulih setelah operasi

Bagi beberapa orang, mungkin mengikuti instruksi perawatan bukan halangan berarti. Tetapi bagi beberapa orang lainnya membutuhkan ketekunan agar pemulihan pascaoperasi berlangsung lebih cepat. 


Berikut beberapa petunjuk yang berguna tentang bagaimana merawat luka setelah operasi agar mempercepat masa penyembuhan. Tips berikut ini bisa dilakukan dengan mudah di rumah.


Kembali ke atas
  1. Tetap ikuti instruksi dokter

    Bagaimanapun pasien tidak boleh mengabaikan instruksi dokter. Suka atau tidak suka, mengikuti instruksi dokter adalah cara terbaik untuk mendukung proses pemulihan pascaoperasi.  

    Misalnya, dilarang mandi. Walaupun terasa menyebalkan atau konyol, tetapi ada alasan dibaliknya yang membantu mempercepat penyembuhan. 

    Selain itu dokter juga mungkin akan melarang pasien mengangkat beban berat selama beberapa minggu setelah operasi. Ikuti aturan itu jika ingin lekas pulih. Jika kamu tidak mengerti instruksi yang diberikan, tanya kepada dokter atau perawat, mengapa aturan tersebut penting untuk dilakukan.

  2. Rutin ke dokter untuk mengontrol luka Anda

    Banyak pasien tidak kembali ke rumah sakit untuk kontrol atau memeriksakan kondisi mereka. Mungkin beberapa orang merasa sudah sembuh dan tidak perlu kembali melakukan pemeriksaan, padahal bisa saja ada masalah yang terjadi pada proses penyembuhan luka Anda.

    Jika melakukan kontrol ke rumah sakit, dokter tidak hanya melihat kondisi dari luar. Tetapi dokter juga mencari  hal yang tidak bisa dilihat oleh pasien, misalkan melakukan pemeriksaan darah lanjutan, memeriksa tanda infeksi atau memastikan penyesuaian obat.


    Luka
  3. Mencegah infeksi

    Infeksi rentan terjadi pada luka terbuka. Karena itu berhati-hatilah dalam merawat luka operasi. Pastikan mencuci tangan sebelum menyentuh bekas sayatan, ini merupakan salah satu cara termudah dalam mencegah infeksi selama proses pemulihan pascaoperasi. 

    Selain itu, kamu juga perlu menutup luka dengan Hansaplast Sensitive XL atau XXL, yakni plester luka steril untuk luka sedang hingga besar pascaoperasi dan luka sehari-hari seperti luka sayat dan abrasi. Hansaplast Sensitive XL atau XXL dapat menutup seluruh luka untuk perlindungan yang lebih efektif dari kotoran dan bakteri serta mencegah infeksi.

    Hansaplast Sensitive XL atau XXL memberikan adhesi yang aman dan tanpa residu agar tidak sakit ketika dilepas. Bantalan luka dengan tingkat penyerapan yang tinggi dan antilengket melindungi luka sehingga memungkinan untuk dilepas dengan lembut. Bahan yang lembut dan berpori memudahkan kulit untuk bernafas dan memastikan kenyamanan saat digunakan. Plester Hansaplast Sensitive XL atau XXL sangat ramah di kulit dan hypoallergenic, yang berarti sangat kecil kemungkinannya untuk menyebabkan iritasi di kulit, tentunya juga sangat cocok untuk luka pascaoperasi.

  4. Selalu melihat kondisi sayatan

    Melihat bekas sayatan tentu bukan hal yang menyenangkan. Tetapi kamu perlu melakukannya untuk memastikan tidak ada tanda infeksi. 

    Tidak hanya memeriksa tanda infeksi, melihat bekas sayatan juga memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik. Misalkan luka dijahit, apakah jahitannya masih utuh, apakah lukamu berwarna merah muda atau merah? Apakah terjadi drainase luka dan apa warnanya jika terjadi? Atau jika luka di staples, apakah ada masalah di luka tersebut.

    Proses memeriksa luka sayatan ini perlu dilakukan beberapa hari sekali sampai luka benar-benar sembuh.


  5. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat dapat membantu pemulihan pascaoperasi

    Pascaoperasi dapat menyebabkan berkurangnya nafsu makan. Kadang juga menyebabkan mual dan sembelit. 

    Sehingga pasien tidak mendapat asupan yang cukup. Bahkan juga malas untuk minum dengan cukup. Padahal menjaga tubuh tetap terhidrasi dan cukup nutrisi dari makanan dapat membantu penyembuhan. 

    Makan makanan sehat juga membantu mengatasi efek samping dari anestesi dan meminimalkan komplikasi umum pascaoperasi.


  1. Batuk dan bersin dengan hati-hati

    Batuk dan bersin yang tidak hati-hati dapat menyebabkan kerusakan pada sayatan. Jahitan dapat terbuka karena adanya tekanan dari batuk atau bersin yang terlalu keras. Bukan berarti kamu tidak boleh bersin atau batuk, tetapi lakukanlah dengan hati-hati. 

    Tidak ada yang tahu, mungkin batuk atau bersin adalah hal yang tidak baik setelah operasi. Kenyataannya, jika kamu batuk atau bersin dengan cara yang salah, dapat menyebabkan masalah serius pada luka sayatan operasi Anda. 

    Sayatan operasi baru belum terlalu kuat, dan dapat terbuka kembali jika bersin terlalu kuat. Untuk menghindarinya, coba beri tekanan pada area sayatan saat kamu batuk, bersin atau bahkan saat kamu ke buang air. Kamu bisa menekan area tangan atau bisa menggunakan bantal, jika ada di dekatmu.

    Batuk setelah operasi adalah hal yang penting. Butuh sering batuk setelah operasi, karena dapat membantu mencegah pneumonia.


    Pneumonia
  2. Merawat luka dengan benar hal perlu dilakukan selama pemulihan pascaoperasi

    Setelah memastikan tangan bersih saat memegang area luka, ingat juga jangan berlebihan saat merawat luka. Beberapa orang mungkin risih melihat bekas jahitan yang mulai mengering, dan mengelupasnya. Padahal itu dapat mengganggu proses penyembuhan. 

    Intinya, jangan melakukan hal lain selain yang diinstruksikan dokter. Kalaupun ingin melakukan perawatan tambahan, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. 

    Hal yang bisa kamu lakukan adalah menjaga kebersihan, menutup luka dan menjauhkan dari hal-hal yang bisa menghambat penyembuhan. Misalnya merendam bekas luka dalam air, ini sebaiknya tidak dilakukan karena dapat melemahkan jahitan.


  3. Ketahui kapan memerlukan bantuan medis

    Jika mengalami gejala yang tidak biasa, atau ada keraguan apakah ini hal normal atau tidak, segeralah menghubungi dokter atau petugas medis. Bila diperlukan, segera pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD).

    Beberapa hal yang harus segera mendapat bantuan medis di antaranya perdarahan, kesulitan bernapas, tidak dapat buang air kecil, atau Anda memiliki tanda-tanda infeksi yang jelas.

  4. Kelola rasa sakit

    Mengelola rasa sakit setelah operasi adalah hal yang penting. Beberapa pasien ragu minum obat pereda nyeri sesuai resep karena takut kecanduan atau mengalami masalah lainnya.

    Sementara beberapa orang lainnya, merasa minum obat pereda nyeri membuat mereka seperti orang lemah atau mereka tidak menyukai di saat harus mengonsumsi obat resep.

    Perlu diketahui, jika sakit berlebihan sampai menyebabkan batuk, akan membuat Anda berisiko terkena pneumonia.

    Sementara jika Anda merasa sangat kesakitan untuk berjalan, akan berisiko mengalami pembekuan darah dan pneumonia.

    Menjaga rasa sakit pada tingkat yang dapat ditoleransi akan membantu Anda tetap bergerak dan mempercepat proses penyembuhan (tidak ada rasa sakit yang terjadi tanpa alasan). Pastikan untuk minum banyak air bersama dengan obat penghilang rasa sakit, karena jika tidak dapat menyebabkan dehidrasi dan sembelit.

    Akan lebih mudah mengontrol rasa sakit jika minum obat dengan teratur, sesuai dengan yang sudah diresepkan. Menunggu sampai rasa sakitnya parah baru kemudian minum obat pereda sakit, akan membutuhkan waktu yang lama sampai obat tersebut bekerja.

  5. Bergerak membantu proses pemulihan pascaoperasi

    Setelah operasi, membiasakan tubuh bergerak juga perlu dilakukan. Sesederhana jalan kaki setiap satu atau dua jam dapat membantu mencegah komplikasi, salah satunya pneumonia.

    Jalan kaki juga dapat mencegah munculnya efek samping anestesi seperti sembelit. Tetapi lakukanlah dengan santai dan jangan berlebihan. Karena kegiatan fisik yang berat sebaiknya tidak dilakukan hingga luka benar-benar sembuh.

    Bicarakan pada ahli bedah tentang kapan Anda dapat kembali beraktivitas yang lebih berat seperti berlari dan olahraga yang membutuhkan kontak fisik antar pemain. Untuk bisa berenang kembali, Anda harus menunggu sampai luka benar-benar tertutup. Sembuh dari operasi seharusnya bukan hal yang rumit, tetapi butuh waktu, tenaga serta kemauan untuk menjalankan petunjuk yang diberikan oleh dokter bedah.

    Secara mengejutkan banyak orang yang tidak mengikuti instruksi tersebut, tetapi kemudian bertanya-tanya mengapa mereka merasakan sakit, penyembuhan yang lambat atau bahkan keduanya. Tubuh membutuhkan waktu untuk sembuh dan tidak bisa terburu-buru. Dengan cara yang cerdas dapat membantu pemulihan lebih singkat, cepat dan membuatmu dapat kembali ke aktivitas normal seperti semula.

    Itu tadi tips-tips yang bisa dilakukan dalam merawat luka operasi agar mempercepat proses penyembuhan. Ingat untuk tetap instruksi dokter, ya. .