cegah luka infeksi dan bernanah

Cara Perawatan Luka Bernanah agar Tidak Semakin Parah

Penting sekali bagi Anda untuk mengetahui cara perawatan luka. Karena jika Anda tahu cara yang tepat, maka luka tidak infeksi. Luka pun tidak semakin parah.

 

Salah satu tanda luka menjadi parah itu ketika muncul nanah. Ini semacam cairan yang kental berwarna kuning. Terkadang, warnanya kecokelat-cokelatan atau kemerah-merahan karena sudah tercampur dengan darah.

 

Untuk luka bernanah, Anda membutuhkan perawatan khusus. Jika tidak, luka yang Anda alami bisa semakin lama dan semakin sulit disembuhkan.

 
Kembali ke atas

Faktor Penyebab Luka Bernanah

Sebenarnya, nanah pada luka itu tanda bahwa terjadi infeksi. Nah, infeksi ini bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Bisa faktor dari dalam dan juga dari luar.

 

Yang dimaksud faktor dari dalam itu dari dalam diri sendiri. Misalnya saja seseorang yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Biasanya, orang dengan riwayat seperti itu jika terluka akan mengalami infeksi. Makanya, orang diabetes sangat dianjurkan untuk berhati-hati. Ketika jatuh dan terluka, sebaiknya luka tersebut segera dirawat agar tidak bernanah.

 

Begitu juga dengan orang yang sudah usia renta. Saat usia sudah tidak muda lagi, ketahanan tubuh berkurang. Tubuh tidak begitu bagus dalam melakukan self-healing atau penyembuhan sendiri. Padahal, tubuh memiliki kemampuan seperti itu.

 

Contohnya Anda ketika masih anak-anak atau remaja. Saat terjatuh, luka bisa cepat menutup dan mengering sendiri, bukan? Sayangnya, ketika sudah usia renta, kemampuan tersebut berkurang. Bahkan, bukan tidak mungkin luka yang dialami sulit disembuhkan. Makanya, Anda butuh cara merawat luka khusus untuk orang-orang seperti ini.

 

Sementara itu, ada juga faktor dari luar. Terlepas berapapun usianya, Anda bisa saja mengalami luka bernanah. Misalnya saja Anda mengalami luka terbuka. Namun, Anda tidak bersihkan luka tersebut dengan sempurna. Ada kemungkinan debu atau bahkan bakteri menempel pada luka. Itulah yang kemudian menyebabkan infeksi. Luka pun mengeluarkan nanah.

 

Nah, itulah yang menyebabkan luka bernanah. Makanya, cara merawat luka penting untuk Anda ketahui. Sekalipun luka tersebut kecil, itu bisa semakin parah jika terkena infeksi.

 
Kembali ke atas

Cara Perawatan Luka Bernanah yang Anda Bisa Lakukan

Lalu, bagaimana cara merawat luka yang bernanah? Berikut ini tips yang bisa Anda terapkan.

  1. Jaga agar Luka Selalu Kering
    Untuk luka yang kecil, tidak sulit untuk menjaga agar luka tetap kering. Namun, untuk luka yang besar, biasanya butuh usaha yang lebih keras untuk mempertahankan luka tetap kering.

    Hansaplast Aqua Protect XL

    Anda membutuhkan plester luka yang besar, seperti Hansaplast Aqua Protect XL dengan lebar sekitar 6 x 7 cm. Ini plester yang bisa Anda gunakan untuk menutup luka yang cukup besar. Dengan menempelkan plester besar ini, luka akan terlindungi. Luka akan terus dalam keadaan kering.

    Kenapa harus menjaga agar luka tetap kering? Alasannya satu. Infeksi bisa saja disebabkan karena terkena air yang ternyata kurang higienis. Jadi, akan lebih baik jika Anda tidak membiarkan luka terkena air. Itulah mengapa Anda bisa tutup luka Anda dengan plester Hansaplast.
     
  2. Kompres Secara Rutin
    Selain memastikan luka kering, ada baiknya Anda kompres luka secara rutin. Tujuannya agar tidak terjadi peradangan, khususnya di bagian sekitar luka.

    Nanah biasanya keluar setelah terjadi peradangan. Jadi, bisa dikatakan salah satu tanda luka akan mengeluarkan nanah itu ketika muncul peradangan. Ada rasa sakit di bagian sekitar luka. Kulit menjadi begitu tegang.

    Untuk itu, atasi peradangan dengan cara mengkompres secara rutin. Gunakan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat. Kompres bagian kulit di sekitar luka.
     
  3. Aplikasikan Antibiotik 
    Plester Hansaplast sebaiknya Anda ganti setiap hari. Terutama ketika plester tidak lagi menempel dengan sempurna. Itu tandanya, plester sudah harus diganti.

    Hansaplast Spray

    Sebelum mengganti plester yang baru, ada baiknya Anda aplikasikan antibiotik pada luka. Gunanya untuk memastikan tidak ada bakteri yang menempel pada luka. Anda bisa menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik 50ml. Ini spray yang bisa membunuh bakteri pada luka. Spray ini tidak menimbulkan rasa sakit ketika diaplikasikan. Jadi, Anda juga bisa gunakan spray antiseptik ini pada anak Anda yang terluka.
Itulah beberapa langkah cara perawatan luka yang benar. Jangan biarkan luka Anda semakin parah dan semakin banyak mengeluarkan nanah
Kembali ke atas

Jangan Asal Mengeluarkan Nanah Ya

Bagaimana jika luka sudah mengeluarkan nanah? Yang pasti, jangan memencet luka dengan alasan untuk membersihkan nanah. Itu justru akan membuat luka semakin lebar dan semakin sulit disembuhkan.

 

Biarkan nanah keluar dengan sendirinya. Kalaupun Anda ingin memencet, jangan sampai terlalu keras sehingga membuat robekan luka semakin lebar. Ketika nanah keluar, segera bersihkan dengan tisu atau kain yang bersih. Lalu, segera semprotkan Hansplast Spray Antiseptik pada luka. Tutup luka dengan plester.

 

Lakukan cara tersebut setiap hari di pagi hari ketika Anda ingin mengganti plester baru. Biasanya, nanah akan habis lalu luka akan mengering. Saat itulah luka Anda akan sembuh dengan cepat. 

 

Akan tetapi, jika nanah tidak kunjung habis dan bahkan menyebabkan rasa nyeri yang begitu hebat, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Barangkali saja ada faktor lain yang menyebabkan masalah tersebut.

 

Yang pasti, jika Anda terluka, jangan sepelekan sekalipun luka itu kecil. Luka sekecil apapun bisa menjadi berbahaya jika terkena infeksi. Itulah mengapa Anda perlu tahu cara membersihkan dan merawat luka yang benar.

Kembali ke atas